oleh

Polresta Manado Bekuk Debt Collector Nakal

Kelakuan Debt Collector atau penagih utang di Manado kembali menjadi sorotan. Banyak laporan masuk ke kepolisian mengenai tingkah debt collector yang nakal.

Terbaru, Tim Paniki Rimbas 3 Polresta Manado berhasil mengamankan seorang Debt Collector perusahaan pembiayaan Adira, bernama VP alias Vega (25), Rabu (12/9/2018).

VP diringkus dirumahnya, yang terletak di Kelurahan Teling Wanea, Manado pukul 00.30 Wita. Saat ditangkap VP tidak memberikan perlawanan.

VP dibekuk karena diduga melakukan kejahatan perampasan kendaraan mobil Avanza, milik nasabah Adira Frengky Tendean (43).

Berdasarkan informasi, kejadian perampasan bermula pada hari Senin (10/9/2018) sore di Ring Road.

Frengky Tendean, pemilik mobil Avanza dengan plat nomor DB 1961 EF, sedang parkir di Alfamidi Citraland Ring Road, dengan maksud akan mengambil uang di ATM.

Usai mengambil uang di ATM, korban heran karena ada beberapa orang berbadan kekar melihat mobilnya yang sedang diparkir.

Tiba-tiba tersangka VP, memanggil Frengky dan bercerita. Namun tak lama kemudian teman-teman tersangka masuk ke dalam mobil Frengky dan membawanya pergi.

Saat ditanya, tersangka mengatakan mobil tersebut akan dibawa ke Adira. Merasa dirugikan, tersangka langsung ke Mapolresta Manado untuk melaporkan kejadian tersebut.

Setelah menerima laporan, Polisi bergerak cepat mencari lokasi pelaku dan mobil yang dirampas.

Akhirnya, polisi menangkap pelaku VP dirumahnya. Namun teman pelaku masih dalam pengejaran karena buron.

Kapolresta Manado, Kombes Pol F X Surya Kumara kepada media mengatakan, pelaku sudah diamankan dan sementara diproses secara hukum.

“Pelaku sudah ditangkap, dia juga akan dijerat pasal 365 KUHP, ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara,” tegasnya.

Baca juga: Debt Collector Marak Rampas Kendaraan, Ini Aturannya

Baca juga: Apa itu Sertifikat Fidusia? Berikut Penjelasannya

Diketahui, kasus serupa juga pernah ditangani Polresta Manado. Tiga tersangka yang bekerja sebagai Debt Collector, yaitu  VH (20), SM (25), dan RR (37) pernah ditangkap karena melakukan perampasan kendaraan.

Mereka ditangkap karena terbukti, merampas mobil milik seorang nasabah finance bernama Regina di Kecamatan Tombariri.

Menurut Kumara, Debt Collector bisa melakukan penarikan kendaraan nasabah yang menunggak, namun harus memiliki surat yang lengkap.

Kebanyakan Debt Collector melakukan penarikan tidak sesuai dengan aturan. Diantaranya memiliki surat-surat yang lengkap, terkait tunggakan setoran angsuran dan lokasi penarikan juga tidak boleh dijalan.

“Mereka bisa tarik mobil nasabah, tapi ada aturannya. Itu yang tidak mereka lakukan. Kalau begini namanya sudah kejahatan perampasan,” kata Kumara.

Kumara menambahkan, Debt Collector silahkan mengambil kendaraan tunggakan asal bisa menunjukkan, akta fidusia, surat penunjukkan dari kantor, surat kerja yang sah, dan harus santun kepada penunggak.

Penulis : Emmanuel Athlon

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed