oleh

Tersangka Makin Nyaring Sebut Mantan Kapolresta Terlibat

Sidang kasus korupsi pemecah ombak Likupang, Minahasa Utara (Minut) Sulawesi Utara kembali digelar Pengadilan Negeri Manado, Senin (3/9/2018).

Sidang tersebut menghadirkan terdakwa mantan Direktur BNPB, Junjungan Tambunan. Sidang itu juga menghadirkan tiga orang saksi yaitu Steven Solang, Robby Moukar dan Rosa Tindajoh.

Selain ketiga saksi tersebut, hakim juga memberikan undangan untuk saksi Bupati Minut Vonny Panambunan. Namun hingga usai sidang, sosok bupati cantik ini tak terlihat.

Dari informasi yang diperoleh, Vonny banyak melakukan agenda luar. Vonny juga sudah memberikan kabar bahwa dia tidak dapat hadir karena sibuk.

“Ibu sangat sibuk kemarin. Banyak undangan dan agenda luar yang harus diikuti bupati,” sebut Kabag Humas Pemkab Minut Kresto Palandi.

Dengan ketidakhadiran Bupati Minahasa Utara tersebut, itu berarti Vonny Panambunan membuat catatan sebagai saksi yang tidak pernah hadir selama persidangan.

Sementara itu, dalam agenda persidangan terhadap terdakwa Junjungan Tambunan. Tersangka Steven Solang mengaku proyek pemecah ombak adalah milik Rio Permana (Mantan Kapolresta Manado).

“Saya selaku PPK tahu bahwa proyek ini dikerjakan oleh Rio. Tapi saya tidak tahu kalau ternyata Rio belum melakukan koordinasi dengan PT MMM sebagai kontraktor pelaksana,” kata Steven dalam sidang.

Lanjut Solang, dirinya tahu kalau proyek tersebut adalah milik Rio Permana.

“Saat beberapa kali meninjau lokasi proyek, Rio terlihat memberikan perintah kerja di lokasi proyek,” ujarnya.

Diketahui, Proyek yang merugikan negara lebih dari Rp8 miliar ini, sudah berlangsung sejak 2016.

Dua tahun sudah kasus ini disidangkan di PN Manado, namun kasus ini juga belum tuntas karena belum ada tersangka utamanya.

Hingga kini, majelis hakim sudah menetapkan empat tersangka yaitu, Steven Solang (Pejabat Pembuat Komitmen), Rosa Tindajoh (Kepala BPBD Minut),Robby Moukar (Kontraktor) dan Junjungan Tambunan (Direktur BNPB).

Yang menarik dari setiap persidangan, para saksi selalu menyebut nama Bupati Minut Vonny Panambunan dan Rio Permana sebagai aktor utama.

Namun hingga persidangan Senin (3/9/2018), baik Vonny maupun Rio tidak juga hadir sebagai saksi di pengadilan.

Penulis : Habel Sirenden

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed