oleh

Pernyataan Paloh Ditafsirkan Bela Koruptor?

Pembekalan Caleg Terpadu (PCT) Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Sulawesi Utara yang digelar di Hotel Peninsula Manado (28-30 Agustus 2018), dihadiri oleh 446 Calon Anggota Legislatif (Caleg) Nasdem se Sulut.

Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh beserta DPP Pusat Partai Nasdem turut hadir dan membuka Pembekalan Caleg pada Selasa (28/8/2018).

Dihadapan para caleg Nasdem, Paloh mengingatkan kepada kader partai untuk tidak takut kepada kepala daerah yang bukan kader Nasdem. Paloh lantas memperingatkan para gubernur yang tidak kooperatif dengan Partai Nasdem. Karena jika ada gubernur yang ganggu kader Nasdem maka akan dibuatkan perhitungan.

“Saya katakan, jangan ganggu partai kami, kami akan buat perhitungan bila diganggu,” kata Paloh di Hotel Peninsula.

Maksud dari penyataan ini memang tidak diketahui secara pasti. Namun banyak pihak menafsirkan, pernyataan ini ada kaitannya dengan kasus hukum Bupati Minahasa Utara yang juga kader Nasdem, Vonny Anneke Panambunan (VAP).

Diketahui, posisi VAP selaku Bupati Minut selalu dikaitkan dengan kasus korupsi pemecah ombak di Kecamatan Likupang, Minut. Nama VAP selalu disebutkan dalam setiap saksi yang dihadirkan di persidangan.

VAP juga sudah dipanggil sebanyak dua kali untuk menjadi saksi namun tidak pernah hadir dan memberi saksi. VAP dinilai tidak kooperatif dan tidak mendukung pemberantasan korupsi di Sulawesi Utara.

Sementara itu, dalam PCT ini juga Surya Paloh menyatakan bahwa dukungan partai Nasdem kepada pemerintahan Jokowi  sangat tulus. Hanya saja keadaan jadi berbeda jika partai tersebut diganggu.

“Walau sekarang belum menjadi gubernur, namun kami punya kekuatan yang jangan dianggap remeh,” ujar Paloh.

Lebih jauh dikatakannya, setelah Pilkada 2018 selesai, Partai nasdem kini memiliki 11 Gubernur terpilih.

“Kini Nasdem Sulut harus bangkit. Target dua kursi DPR RI harus terealisasi. Dan itu juga berlaku pada provinsi dan kabupaten/kota,” Jelasnya.

Ketua DPW Nasdem Sulut, Max Lomban angkat suara terkait target Nasdem untuk Pilcaleg di Sulut.

Lomban mengatakan Nasdem Sulut tetap menargetkan dua kursi DPR RI, sembilan kursi DPRD Sulut dan partai gemuk di Kabupaten/kota.

“Melihat komposisi caleg Nasdem Sulut, itu target yang realistis,” kata Lomba.

Baca juga: Bupati Cantik Panambunan Tinggalkan Prabowo Subianto

Baca juga: Tinggalkan Gerindra Masuk Nasdem, Panambunan Berlindung ke Jaksa Agung?

Baca juga: Bupati Vonny Panambunan Terlibat Kasus Korupsi (lagi)?

Sementara itu, Ketua Panitia PCT Nasdem, Felly Runtuwene membeberkan kegiatan pembekalan caleg ini menghabiskan dana sebesar Rp1,3 miliar.

Karena ada ratusan caleg yang hadir, terdiri dari 395 caleg DPRD Kabupaten/kota, 45 Caleg DPRD Sulut serta 6 caleg DPR RI.

“Semua caleg diharuskan mengikuti pembekalan ini karena tidak dipungut biaya. Namun bila tidak ikut maka akan didenda sebsar Rp5 juta,” kata Anggota DPRD Sulut ini.

Penulis : Habel Sirenden

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed