oleh

Dirikan Perusahaan, Imigrasi Manado Deportasi Warga India

Kantor Imigrasi Kelas I Manado melakukan deportasi seorang warga negara India bernama Arfimd Kumar.

Arfimd Kumar dideportasi karena diketahui telah menyalahgunakan visanya selama di Manado. Kumar juga diketahui mendirikan sebuah perusahaan penjualan perhiasan di Manado.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Manado, Friece Sumolang kepada media mengatakan, warga negara India tersebut sudah menyalahi aturan penggunaan visanya.

Karena visa yang dimiliki oleh WNA Arfimd Kumar adalah visa kunjungan. Dan visa itu tidak bisa digunakan untuk berjualan apalagi mendirikan usaha.

“Arfimd Kumar telah menyalahi aturan penggunaan visa kunjungan. Dia sudah ditangkap oleh kantor imigrasi dan sementara diproses deportasi ke negara asalnya,” kata  Sumolang.

Dari catatan kantor imigrasi, Arfimd Kumar sudah berulang kali masuk ke Manado. Kumar diduga datang untuk mengontrol perusahaan perhiasan miliknya.

“Kumar tercatat berulang kali masuk Indonesia, dan diduga datang untuk mengontrol usahanya disini. Mungkin dia juga memiliki perusahaan yang sama di kota lain,” jelasnya.

Penangkapan Arfimd Kumar berawal dari adanya informasi bahwa ada WNA asal India yang berbisnis dan menginap di salah satu hotel Manado.

Arfimd Kumar diduga mengelabui petugas dengan menggunakan nama orang lain sebagai pemilik perusahaan. Namun semua keuntungan penjualan diserahkan kepadanya.

Selanjutnya, Arfimd Kumar ditahan ditahan di Rumah Detensi Imigrasi sebelum dipulangkan ke negaranya Agustus 2018.

Diketahui, sepanjang Tahun 2018 Kantor Imigrasi Kelas I Manado telah mendeportasi 13 WNA ilegal. Dan WNA terbanyak yang dideportasi adalah WNA asal Filipina.

Mereka ditangkap dan dideportasi karena melakukan ilegal fishing di laut Sulut. Sedangkan ada juga WNA asal Cina yang dideprtasi karena penyalahgunaan via.

Selain itu, data keberadaan WNA di Sulut juga terdapat di daerah Bolaang Mongodow. Tercatat ada sekitar 300 WNA berkeliaran di Bomong Raya.

Dan kebanyakan WNA didominasi oleh warga Cina, kemudian Singapura, Belanda, Malaysia,  Jerman dan Belgia.

Asisten 1 Pemkot Kotamobagu, Nasrum Gilalom menjelaskan, Pemkot sudah membentuk Tim Pora dari semua Forkopinda untuk melakukan koordinasi terhadap WNA yang ada di Bolmong Raya terutama di Kota Kotamobagu.

Penulis: Habel Sirenden

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed