oleh

Harga Kopra Anjlok, Petani Harus Perhatikan Kualitas

Harga komoditas kopra semakin anjlok sejak akhir tahun 2017 kini menjadi permasalahan serius.

Dari harga sebelumnya mencapai Rp 11.500 per kilogram per November 2017, turun hingga Rp 5.700 per kilogram per Agustus 2018. Di beberapa daerah bahkan turun hingga Rp 4.000 per kilogram.

Hal ini dikeluhkan oleh petani karena tidak sebanding dengan biaya produksi serta biaya hidup. Keluhan petani kopra ini kemudian menjadi bahan kajian DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sejak Mei 2018. Namun hal itu belum memberikan efek untuk normalisasi harga kopra.

Salah satu produk andalan Sulut ini juga menjadi produk unggulan ekspor Indonesia. Sehingga harga kopra sangat dipengaruhi oleh harga pasar dunia. Sedangkan harga pasar dunia untuk kopra ditentukan oleh kualitas.

Jika memang benar harga kopra mengalami penurunan akibat menurunnya kualitas, maka ada beberapa hal yang mempengaruhinya.

Hal yang pertama yaitu usia pohon kelapa yang produktif semakin berkurang. Sebagian besar pohon kelapa di Sulut usianya sudah melebihi 30 tahun. Usia produktif pohon kelapa untuk menghasilkan kopra berkualitas tinggi sebaiknya belum lebih dari 30 tahun.

Sulut sudah menjadi daerah penghasil kopra sejak tahun 1950-an. Sedangkan proses peremajaan pohon kelapa tergolong sangat kurang dilakukan petani.

Hal ini juga disebabkan karena membutuhkan waktu yang cukup lama untuk proses peremajaan pohon kelapa. Pohon kelapa baru membutuhkan waktu hingga 5 – 7 tahun untuk bisa menghasilkan buah.

Kedua, mulai terjadinya fenomena perubahan cuaca dan musim yang tidak stabil. Perubahan cuaca juga berpengaruh besar terhadap kualitas buah kelapa untuk dijadikan kopra.

Sulut pernah dilanda musim kemarau panjang pada tahun 2015 lalu. Kemarau panjang tersebut mengakibatkan kebakaran hutan yang juga menimpa perkebunan kelapa. Akibat dari kemarau panjang tersebut buah kelapa yang dihasilkan menjadi kerdil dan cepat membusuk.

Belum sempat berbuah secara normal, Sulut dilanda musim hujan yang cukup panjang. Hal itu menjadikan turunnya kadar minyak juga banyak buah kelapa membusuk karena kelebihan kadar air.

Koordinasi antara pemerintah dan petani sangat penting untuk peningkatan kualitas kopra.

Selama ini pemerintah hanya fokus pada pengalihan ke produk turunan kelapa yang lain. Pemerintah juga harus membantu petani untuk meningkatkan kualitas kopra.

Hal yang bisa dilakukan pemerintah seperti memberikan bantuan bibit kelapa kulitas super. Tidak kalah penting juga untuk memberikan penyuluhan perawatan pohon kelapa.

Selain itu, pemerintah bisa memikirkan masalah teknologi pertanian. Contohnya, melakukan pengadaan mesin pembuatan kopra putih bagi petani. Hal ini juga penting karena harga kopra putih lebih mahal dibanding harga kopra cokelat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed