oleh

Wakil Gubernur Bakal Polisikan 4 Kadis Pariwisata

Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Steven Kandouw mengancam akan mempolisikan empat Kepala Dinas Pariwisata.

Hal ini terkait upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pariwisata, tidak ditunjang kinerja optimal kabupaten/kota.

Dinas Pariwisata yang diharapkan menjadi ujung tombak dalam mengelola pariwisata untuk meningkatkan PAD dinilai masih bekerja asal-asalan. Alhasil, empat Kepala Dinas Pariwisata yang ada di Sulut terancam ditangkap dan diperiksa pihak kepolisian.

Keempat Kadis Pariwisata yang terancam ditangkap adalah Kadis Pariwisata Kota Manado, Kadis Pariwisata Kabupaten Minahasa, Kadis Pariwisata Kota Tomohon dan Kadis Pariwisata Kabupaten Minahasa Utara.

Mereka dianggap tidak mampu mendongkrak PAD dari sektor pariwisata karena diduga ada permainan kongkalikong dalam setoran PAD ke kas daerah masing-masing.

Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw menegaskan bahwa pihaknya tidak main-main dengan ancaman ini. Dia akan menangkap Kadis yang disinyalir menghambat peningkatan PAD karena adanya permainan kotor yang masih dilakukan oleh dinas terkait.

“Keempat daerah akan merasakan dampaknya. Apabila tidak ada kenaikan PAD maka keempat dinas ini sudah ada permainan yang dianggap ilegal dengan pengusaha hotel dan restoran,” kata Kandouw kepada media belum lama ini.

Wagub menilai, tidak mungkin PAD jalan di tempat karena kunjungan wisata dari tahun ke tahun meningkat. Tambah dia, sektor pariwisata sekarang ini sangat bergeliat dengan promosi yang terus dilakukan Pemprov Sulut.

“Tahun ini ada target 150 ribu kunjungan wisatawan ke Sulut. Dan dampak positif paling signifikan adalah empat daerah yaitu, Manado, Tomohon, Minahasa dan Minahasa Utara,” ujarnya.

Pemprov Sulut sudah memberikan arahan kepada seluruh kabupaten/kota untuk terus meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah masing-masing dengan melakukan promosi dan kegiatan yang bisa mendatangkan wisatawan.

“Setiap kabupaten/kota paling tidak harus membuat atraksi tarian setiap saat untuk menarik wisatawan. Ambil contoh di Bali, kita bisa melihat setiap hari ada tarian yang ditampilkan. Bagaimana dengan di Sulut?, ” katanya.

Kandouw menambahkan bahwa Pemprov Sulut akan terus memberi dukungan kepada daerah yang dengan serius meningkatkan sektor wisatanya.

Terpisah, Kadis Pariwisata Pemprov Sulut Daniel Mewengkang mengatakan bahwa di bulan Juli lalu sudah lebih dari 60 ribu wisatawan yang datang ke Sulut.

“Banyak wisatawan yang datang terutama dari Cina, tentunya ini memberi dampak positif bagi peningkatan ekonomi daerah. Kebanyakan turis yang datang menginap di Manado dan mengunjungi tempat wisatra yang ada di Minahasa, Tomohon dan Minahasa Utara. Dan itu tentunya PAD mereka juga ikut naik,” kata Mewengkang.

Diketahui, saat ini Pemprov Sulut sedang membangun bekerjasama dengan Pemerintah Korea dari sektor pariwisata. Otomatis PAD akan terus meningkat karena akan lebih banyak wisatawan yang akan datang.

Penulis : Habel Sirenden

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed