oleh

Rektor Cantik ini ‘Digoyang’ Berulang Kali

Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado periode 2018-2022, Ellen Kumaat ‘digoyang’ sejumlah orang lewat aksi demonstrasi di depan kantor Kemenristekdikti, Jumat (20/7/2018).

Para pendemo menuntut pihak Kementerian Riset Teknologi dan PendidikanTinggi (Kemenristekdikti) untuk membatalkan Surat Keputusan pelantikan Ellen Kumaat sebagai Rektor Unsrat.

Pendemo yang menamakan Kelompok Solidaritas Masyarakat Peduli Pendidikan Tinggi Sulut, mengajukan tuntutan kepada Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) untuk mencabut SK pelantikan rektor.

Kordinator aksi demo, Recky Sondakh kepada media mengatakan pihaknya akan terus menuntut pencabutan SK pelantikan Ellen Kumaat karena dinilai bermasalah.

“Kami menilai pelantikan ini cacat hukum dan ada unsur maladministrasi,” katanya.

Dosen FKM Unsrat ini menjelaskan, keputusan Mendikbud No: 0436/MPK. A4/KP/2014, tanggal 18 Juni 2014, tentang Pengangkatan Anggota Senat Unsrat Periode 2014-2018, diperpanjang secara sepihak untuk melanggengkan kekuasaan Elleh Kumaat.

“Hal ini ditandai Keputusan Rektor Unsrat No: 1012/UN12/ OT/2018 tertanggal 8 Juni 2018, tentang perpanjangan masa jabatan Ketua, Sekretaris, Anggota Senat Unsrat periode 2014-2018,” katanya.

Dia juga menuding, Menteri Riset Teknologi dan Dikti diduga sudah bertindak melawan hukum karena mempersingkat periode kepemimpinan Rektor Unsrat.

Usai menggelar demonstrasi di Kemeristek Dikti, sejumlah orang tersebut melakukan aksi lanjutan di depan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta.

Mereka meminta KPK untuk melakukan supervisi atas kasus dugaan korupsi di Fakultas MIPA Unsrat yang kini ditangani Kepolisian Daerah Sulawesi Utara.

“Kami minta KPK untuk turun tangan karena Polda Sulut dinilai tak mampu menuntaskan kasus ini,” tutupnya.

Aksi ini merupakan bagian dari sejumlah tentangan terhadap hasil pemilihan dan pelantikan rektor Unsrat. Sejak Pilrek, posisi Rektor cantik ini berulang kali ‘digoyang’.

Sebelumnya, Gerakan Mahasiswa Hukum Indonesia (GEMAHI) menggelar demo di depan Istana Merdeka Jakarta meminta pembatalan pelantikan Rektor Unsrat, pada tanggal pelantikan Rektor Unsrat, Kamis (28/6/2018).

Koodinator Lapangan, Tasrif Tausamu memberikan tuntutan yang sama yakni pembatalan pelantikan Ellen Kumaat sebagai Rektor Unsrat periode 2018-2022.

“Kemeristek Dikti harus mengetahui rekam jejak Ellen Kumaat, karena diduga terlilit banyak masalah. Hal itu sudah dilaporkan sejak 25 April 2018 lalu, namun Menristek Dikti seakan tutup telinga,” katanya.

Rektor Unsrat, Ellen Kumaat dalam beberapa pernyataannya meminta pihak yang tidak setuju dengan hasil Pilrek Unsrat, termasuk pelantikan dirinya, untuk membwa masalah tersebut ke ranah hukum.

Dikatahui, Prof Ellen Joan Kumaat dilantik kembali menjadi rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado untuk periode kedua, Kamis (28/6/2018).

Baca juga: Tak Tunggu Lama, Kumaat Langsung Dilantik Periode Kedua

Baca juga: KPK Geledah Universitas Sam Ratulangi Manado

Baca juga: Kolibu: Tidak Benar KPK Periksa Rektor Unsrat

Pengambilan sumpah jabatan Rektor Unsrat, dipimpin langsung oleh Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristek Dikti) Mohammad Nasir, di Jakarta. Ellen Kumaat akan menjalani masa kepemimpinannya hingga tahun 2022.

Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey juga terlihat hadir dalam acara pelantikan Rektor Universitas nomor satu di Sulut tersebut.

Penulis :HabelSirenden

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed