oleh

Hanya Gagal Melambung, Sopir Bunuh Rekannya

Seorang sopir Angkutan Kota (Angkot) di Kota Manado tega melakukan pembunuhan hanya karena masalah sepele.

Kejadian ini terjadi di di Jalan Manguni Raya, Perkamil, Kecamatan Tikala Kota Manado, Rabu (27/6/2018). Korban adalah Ridel Paruntu (17) warga Paal 4 Tikala, rekan seprofesi pelaku sebagai sopir angkot mikrolet.

Menurut Kapolsek Tikala AKP Taufiq Arifin kepada media mengatakan, polisi sudah mengamankan pelaku pembunuhan, MNK (24) warga Malendeng.

Pelaku diciduk tim kepolisian sektor Tikala bersama tim Macan Polresta Manado ketika bersembunyi di Desa Sawangan Minahasa. Dia ditangkap di rumah salah seorang temannya hanya selang beberapa jam usai kejadian.

Dari informasi, latar belakang pembunuhan tersebut hanya karena masalah sepele. Tiga hari sebelum kejadian, pelaku yang ingin melambung mobil korban tak diberi jalan oleh korban.

Kejadian tersebut ternyata memicu rasa sakit hati dan dendam pelaku kepada korban.

Pada hari kejadian, pelaku yang sudah dalam pengaruh minuman keras sengaja menunggu mobil korban lewat di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Dari keterangan pelaku, dia sakit hati karena kejadian beberapa hari sebelumnya. Pelaku yang mabuk lalu mencegat mobil korban kemudian terjadi adu mulut,” kaa Arifin.

Pelaku yang memang sudah menyiapkan senjata tajam kemudian melayangkan dua tikaman ke bagian dada korban. Korban yang tak siap dengan serangan badik, tak sempat menghindar ketika tusukan tembus ke bagian dada.

Korban yang sudah terluka parah, kemudian coba lari dan kembali menjalankan mobilnya tersebut. Namun karena luka yang diderita tepat di bagian vital membuat korban kehabisan banyak darah.

Mobil yang dikendarai korban disebut sempat menyerempet sebuah motor kemudian terhenti ketika menabrak pohon. Korban akhirnya meninggal dunia di TKP.

Masyarakat sekitar yang melihat sebuah kecelakaan lalu lintas kemudian melaporkan hal ini ke pihak kepolisian sektor Tikala.

Ketika petugas kepolisian tiba, petugas mendapati korban sudah bersimbah darah. Belakangan diketahui, korban merupakan korban pembunuhan setelah melihat luka yang diderita.

Kepala Kepolisian Resort Kota Manado Kombes Pol Surya Kumara kepada media menyayangkan kejadian tersebut. Hal ini menurutnya terjadi karena pengaruh minuman keras dan senjata tajam.

“Tentunya kami prihatin dengan kejadian pembunuhan ini. Saya juga sudah memerintahkan jajaran kepolisian untuk melakukan patroli rutin lebih sering siang dan malam hari,” katanya.

Penulis: Rizka Alvira

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed