oleh

Beda Pilihan, Bupati Pindahkan ASN ke Daerah Terpencil

Kemenangan sementara pasangan Tatong Bara-Nayodo Kurniawan (TBNK) dalam Pilkada Kota Kotamobagu (KK), Sulawesi Utara bisa saja berbuntut panjang.

Dalam hasil hitung cepat, pasangan yang diusung semua partai politik di KK unggul dari pasangan independen, Jainuddin Damopolii- Suharjo Makalalag (Jadi-Jo).

Namun selisih yang terbilang tipis tersebut, kini dikaitkan dengan dugaan pelanggaran Terstruktur, Sistematis dan Masif (TSM). Pengerahan massa Aparatur Sipil Negara (ASN) Bolaang Mongondow (Bolmong) disebut menjadi alasan kemenangan tersebut.

Proses pemenangan dan intimidasi ini melibatkan Mantan Anggota DPR RI yang kini menjabat Bupati Bolaang Mongondow, Yasti Supredjo.

Bawaslu Sulut kini sedang mendalami kasus yang menjadikan Yasti Supredjo sebagai terlapor.

“Kami akan mendalami kasus ini secara menyeluruh sesuai mekanisme,” janji Ketua Bawaslu Sulut, Herwyn Malonda

Bawaslu Sulut sudah melaksanakan  sidang perdana laporan tim Jadi Jo serta menerima bukti terkait hal tesebut, Jumat (22/6/2018).

Dalam laporannya, diketahui Yasti Supredjo sebagai Bupati Bolmong diduga melakukan pidato mengarahkan ASN untuk memilih pasangan TBNK.

Bahkan, dia juga diduga memberikan ancaman kepada para ASN Bolmong terutama para guru, untuk dipindahkan ke daerah jauh dan terpencil, jika tak mendukung TBNK.

Diketahui, Para ASN Bolmong memang banyak yang berdomisili di Kota Kotamobagu. Hal ini dikarenakan, Kota Kotamobagu adalah daerah pemekaran dari Kabupaten Bolaang Mongondow.

Pidato tersebut terekam dalam kampanye Paslon Walikota Tatong Bara dan Wakil Walikota Nayodo Kurniawan (TB-NK) di lapangan Kelurahan Mogolaing KK, April 2018.

Dalam pidato tersebut juga terungkap Yasti meminta ASN menggerakkan istri, anak dan saudara. Dia juga mengancam ASN akan dipindahkan ke Sangtongbolang, Dumoga Barat, Torout, Singsingon, Modomang, yang jauh dari pusat kota.

Nama Yasti Supredjo memang begitu dikenal di Sulawesi Utara. Wanita ini menjadi rising star ketika terpilih sebagai anggota DPR RI dari partai PAN Dapil Sulut pada tahun 2009.

Alumni Fisipol Universitas Sam Ratulangi Manado ini bahkan langsung menjadi Ketua Komisi V, menggantikan Taufik Kurniawan yang diangkat menjadi Wakil Ketua DPR.

Mantan pengusaha di bidang general supplier dan kontraktor itu kemudian terpilih kembali sebagai legislator Senayan pada tahun 2014.

Tahun 2017, Yasti mengundurkan dari anggota DPR untuk maju dalam Pilkada Bolmong. Menggandeng mantan Wakil Bupati Bolmong Yani Tuuk, keduanya sukses melenggang ke pucuk eksekutif Bolmong.

Namun namanya tak terbantahkan juga sering berada dalam pusaran kasus hukum.

Yasti pernah diduga terlibat korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait proyek pembangunan Balai Pendidikan dan Pelayaran dan Ilmu Pendidikan (BP2IP) di Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat.

Tahun 2017, Yasti Supredjo ditetapkan Polda Sulut sebagai tersangka kasus perusakan aset PT Conch North Sulawesi Cement di Bolmong.

Yasti bahkan pernah ditolak dan diharamkan masuk wilayah Kota Kotamobagu oleh sejumlah tokoh adat, terkait pemindahan pasar tradisional dan pembangunan Multi Mart di daerah tersebut.

Penulis: Efge Tangkudung

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed