oleh

Wakil Gubernur Bagi-Bagi Uang Jelang Pilkada

Pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 27 Juni 2018 tinggal menghitung hari.

Namun, jelang hari pencoblosan, sebuah video kini viral dan menghebohkan Sulawesi Utara. Aktor utamanya adalah Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Steven Octavianus Estefanus Kandouw.

Dalam video tampak Wakil Gubernur Steven Kandouw dibantu sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) membagi-bagikan uang pecahan seratus ribu rupiah kepada sejumlah masyarakat Lanjut Usia (Lansia).

Kebetulannya, lokasi pembagian berada di wilayah Kabupaten Minahasa, daerah yang akan melaksanakan Pilkada 27 Juni 2018.

Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw sudah mengklarifikasi hal tersebut bukan politik uang atau berkaitan dengan Pilkada Minahasa.

Wagub asal PDIP itu menegaskan hal itu dilakukan karena posisinya adalah Ketua Komisi Daerah Lansia Provinsi Sulawesi Utara.

Bantuan untuk Lansia termasuk program Olly Dondokambey-Steven Kandouw, Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK).

Alasan itu sebenarnya cukup relevan dan bisa diterima. Apalagi sebelumnya Pemprov sudah beberapa kali menyalurkan bantuan serupa untuk para Lansia.

Namun jika ditilik lebih dalam ada beberapa kejanggalan dan akhirnya menjadi perdebatan panas di antara warga Minahasa dan Sulawesi Utara.

Faktor utama adalah figur calon yang akan bertarung dalam Pilkada Minahasa 2018. Calon wakil Bupati Minahasa yang dimajukan PDIP bersama Partai Gerindra, Partai Demokrat dan Partai Hanura adalah Robby Dondokambey.

Robby Dondokambey yang berpasangan dengan Roy Roring, adalah kakak kandung Gubernur petahana, Olly Dondokambey.

Hal ini tentu menyiratkan kecurigaan sejumlah pihak terkait kenetralan dua pucuk eksekutif Provinsi Sulawesi Utara.

Ternyata itu bukan kejanggalan tunggal terkait netralnya pejabat dalam Pilkada Minahasa.

Sebelumnya, beredar informasi jika honor untuk kepala lingkungan dan perangkat desa belum dicairkan.

Dana tersebut disebutkan akan dicairkan jelang hari pencoblosan, dan mungkin dengan pesan politik.

JIka ditelusuri lebih dalam, Plt Bupati Minahasa Roy Mewoh dipilih oleh Gubernur Olly Dondokambey.

Hal ini juga makin kuat menyiratkan penggunaan kekuasaan dan anggaran negara demi memuluskan ambisi politik.

Diketahui, Olly Dondokambey –Steven Kandouw yang merupakan kader PDIP tahun 2015, terpilih sebagai Gubernur dan wakil Gubernur Sulawesi Utara.

Kini bola panas ada di kaki Badan Pengawas Pemilu dan jajaran Panitia Pengawas untuk menyikapi hal ini.

Apapun hasilnya, masyarakat Minahasa sudah cukup cerdas untuk menentukan nasibnya sendiri. Masyarakat Minahasa tahu siapa pasangan yang layak menakhodai tanah Toar Lumimuut lima tahun ke depan.

Masyarakat Minahasa sepenuhnya sadar mereka tak bisa diintervensi untuk menentukan pilihan. Mereka juga mafhum tidak akan menjual harga dirinya demi selembar uang ratusan ribu.

Tanah Minahasa harus segera bangkit dan menjadi daerah maju. Minahasa sudah terlalu lama terlelap dalam tidur panjangnya…

Penulis: Efge Tangkudung

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed