oleh

Yang Terhormat Divonis 4 Tahun, Yang Mulia Kena 6 Tahun

Anggota DPR RI asal Partai Golkar Aditya Anugrah Moha dan mantan Ketua Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara, Sudiwardono menerima vonis, ‎Rabu (6/6/2018) di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Ketua Majelis Hakim menjatuhkan vonis empat tahun penjara serta denda Rp 200 juta kepada Moha. Vonis ini lebih ringan dua tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Moha kepada media mengaku menerima putusan tersebut karena perbuatannya dilakukan semata untuk membantu sang ibu. Menurutnya, dia siap dihukum demi harkat sang ibu.

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum mengambil keputusan atas putusan itu dan mengaku akan pikir-pikir seminggu.

Sementara Mantan Ketua Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara Sudiwardono divonis hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp300 juta. Vonis ini juga lebih rendah dari tuntutan yakni 8 tahun penjara.

Diketahui, keduanya tertangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus  suap.

Mirisnya, dua profesi yang lekat dengan ungkapan ‘Anggota Dewan yang Terhormat’ dan ‘Hakim yang Mulia’ merupakan pilar utama pemberantasan korupsi.

Sebelumnya Aditya Anugrah Moha dalam pleidoinya mengaku salah dan meminta maaf atas kekhilafannya tersebut. Dia juga menyebut memberikan sejumlah uang karena ada permintaan dari ketua PT Sulut Sudiwardono.

Dalam persidangan terungkap Aditya Moha untuk melakukan hal tersebut untuk membebaskan ibunya yang juga tersangkut masalah hukum. Moha melakukan hal tersebut demi meringankan hukuman sang ibu yang sudah divonis pengadilan Negeri Manado.

Sementara Sudiwardono dalam pleidoinya juga mengaku salah menginterpretasi keinginan dari pimpinannya di Mahkamah Agung. Dia mengaku menerima uang untuk merenovasi gedung kantor Pengadilan Tinggi demi mendapat penilaian bagus dari pimpinan.

Dia menyesal telah mencoreng lembaga peradilan dan menghancurkan karirnya yang sudah dibangun selama 35 tahun. Sudiwardono meminta maaf kepada keluarga dan meminta majelis hakim mempertimbangkan usianya yang sudah uzur.

Baca juga: Sidang Pembelaan Didi Moha Dibanjiri Air Mata

Baca juga: Sudiwardono: Saya Kini seperti Bunga Liar

Dia bahkan mengibaratkan kehancuran dirinya dengan lirik lagu Nobody’s Child milik penyanyi country lawas Hank Snow.

Dalam sidang terungkap juga, Moha menggunakan istilah ‘pengajian’ saat janjian di kamar Hotel Alila Jakarta Pusat.

Penulis: Efge Tangkudung

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed