oleh

Siapa Lawan Jokowi Usai Umrah Politik Prabowo?

Keberangkatan Prabowo Subianto dan Amien Rais ke Arab Saudi, menjadi pembicaraan hangat.

Langkah ini membuat peta perpolitikan jelang Pilpres 2019 kembali berbelok. Apalagi Presiden PKS tak hadir dalam pertemuan tersebut.

Usai melaksanakan ibadah Umrah, Prabowo Cs mengunjungi Rizieq Shihab, yang sudah setahun menjadi buronan kepolisian RI.

Hasil pertemuan tersebut juga menyiratkan Prabowo meminta restu dan dukungan Rizieq Shihab. Prabowo terbaca akan meninggalkan sembilan nama yang diajukan PKS dan akan mengusung Zulkifli Hasan (PAN).

Opsi kedua, Prabowo akan mengambil langkah lebih vulgar dengan meminta Rizieq Shihab menjadi calon wakil Presidennya.

Meski terlilit beberapa kasus hukum, Rizieq bisa saja menjadi peserta Pilpres menilik peraturan Kapolri tentang penundaan proses hukum terhadap calon Kepala Daerah.

Sebelumnya, satu momen yang mungkin berkaitan dengan agenda Amien Rais Cs adalah pertemuan dua putra Lampung, Zulkifli Hasan dan Aburizal Bakrie.

Berdalih pertemuan nostalgia sesama anak daerah, namun sulit menafikan konten pembicaraan keduanya tak jauh dari topik Pilpres.

Sudah menjadi rahasia umum, Aburizal Bakrie punya kedekatan dengan tiga tokoh yang bertemu di Arab Saudi tersebut.

Langkah ini harusnya dibaca secara saksama oleh Joko Widodo. Meski bernuansa religi, trip tersebut sulit dielakkan kental bermuatan politis.

Dengan sisa waktu yang praktis tinggal dua bulan, kesepakatan di Arab Saudi harus diyakini sebagai langkah pembahasan strategi dan konsolidasi.

Petahana harus melihat rangkaian  peristiwa secara runut dan runtut.

Klaim Rizieq yang menyebut ingin membentuk koalisi keumatan, dikesankan seolah Presiden Joko Widodo akan berhadapan dengan umat Islam.

Apalagi Amien Rais sebelumnya sudah menabuh gong perang dengan mendikotomi partai Indonesia dengan partai Allah dan partai setan. Jangan lupa juga, cap partai pendukung Penista Agama akan terus menjadi senjata untuk black campaign.

Jangan abai juga pesan Rizieq yang berpesan kepada pengikutnya untuk menunggu komando ulama. Kubu ini terus membentuk opini seakan didukung mayoritas umat Islam di Indonesia.

Isu itu terus digaungkan untuk memantik emosi sekaligus mengharapkan simpati. Opini tersebut akan terus dimainkan hingga hari H nanti.

Bahayanya, Bangsa Indonesia bisa terpecah seolah Pilpres 2019 menyajikan pertarungan pendukung Jokowi Vs Islam.

Hal itu tak boleh dibiarkan, pemerintah terutama Presiden Joko Widodo harus awas dengan kondisi seperti ini. Ini menyangkut persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Baca juga: Jika Prabowo Pilih Cawapres ini, 2019 Ganti Presiden

Baca juga: Nama Rizieq Muncul, Gerindra-PKS Pecah Kongsi?

Baca juga: Jokowi Kalah Jika Terus Kerja Kerja Kerja…

Baca juga: JK-Gatot Nurmantyo Diusung Poros Baru?

Sudah saatnya Joko Widodo tegas dan masuk dalam ke politik praktis. Tak boleh lagi terus menerus berada di belakang layar, jangan terkesan terus menjadi sandera para tokoh politik.

Penulis: Efge Tangkudung

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed