oleh

Rekrut Ngabalin, Rokade Brilian Jokowi

Politikus nyentrik asal Partai Golkar Ali Mochtar Ngabalin kini bergabung dalam tim Kantor Staf Presiden (KSP).

Putra asal Papua Barat itu menjadi tenaga ahli Deputi IV, bidang Komunikasi Politik.

Hal ini tentunya menjadi sebuah kejutan, karena selama ini politikus senior nan berpengalaman itu selalu berseberangan dengan Joko Widodo.

Masuknya Ngabalin ke tim KSP mungkin menjadi langkah brilian yang dilakukan Presiden Joko Widodo. Ibarat permainan catur, perekrutan Ngabalin menjadi langkah rokade, untuk memperkuat pertahanan sekaligus penyerangan.

Doktor komunikasi yang selalu berserban itu diketahui merupakan seorang mubalig, pimpinan pondok pesantren sekaligus dosen di institut Islam.

Selama ini Presiden Joko Widodo kerap diserang dengan isu anti Islam dan berseberangan dengan ulama. Dengan karakter orang Solo yang kalem, Joko Widodo terlihat selalu menjadi bulan-bulanan menjadi bahan kiritikan, hinaan dan fitnahan para lawan politiknya.

Sosok Ngabalin yang lekat dengan ‘cap’ Islami bisa menjadi bumper peredam terhadap serangan terkait isu anti ulama dan Islam. Ketua Badan Koordinasi Mubalig Seluruh Indonesia itu juga diharapkan menjadi jembatan komunikasi terhadap para tokoh Islam yang selama ini jauh dari Jokowi.

Bukan hanya itu, mantan politisi partai Bulan Bintang itu dikenal sebagai sosok yang dekat dengan Rizieq Shihab dan Prabowo Subianto. Saat menjadi anggota DPR, Ngabalin pernah mengritik SBY ketika menahan Rizieq Shihab. Ketika tahun 2014, dia berada di timses Prabowo-Hatta.

Kedekatannya dengan dua tokoh tersebut disebut bakal menjadi kartu As untuk Joko Widodo terlebih untuk Pilrpres 2019. Pengalaman dan jaringan Ngabalin akan menambah amunisi pemerintahan Joko Widodo jelang tahapan Pilpres 2019 dimulai.

Sebelum Ngabalin, sebelumnya sudah bergabung juga Muhammad Romahurmuziy yang pernah menjadi Timses Prabowo.

Keduanya bakal menjadi sumber informasi bagaimana keadaan dapur dan gudang amunisi tim Prabowo pada Pilpres 2019.

Kemampuan retorika, debat dan komunikasi Ngabalin juga dianggap bisa mengcounter serangan para ‘vokalis’ kubu oposisi.

Langkah Joko Widodo ini menjadi sebuah strategi luar biasa. Hal ini bakal membuat kubu kompetitor meningkatkan level serangan politiknya. Teranyar, perekrutan Ngabalin langsung dikaitkan sebagai pembawa kekalahan bagi Joko Widodo oleh pihak oposisi.

Hal itu merujuk dari kekalahannya dalam tiga momen kentestasi yang diikuti. Dia memang pernah kalah dari MS Kaban saat memperebutkan jabatan ketua umum Partai Bulan Bintang (PBB) tahun 2010.

Pada Pilpres tahun 2009, dia kalah ketika mendukung pasangan JK-Wiranto, meski partainya mendukung SBY-Boediono. Tahun 2014, dia juga berada di posisi kalah saat memilih mendukung Prabowo-Hatta.

Baca juga: Pilpres 2019 Jadi Bom Waktu, Jika Jokowi…

Perekrutan ini memang bisa dinilai sebagai langkah rokade yang brilian dari Joko Widodo. Namun jika tak berhati-hati, pertukaran posisi tersebut justru bisa berbalik menjadi titik kelemahan baru.

Selama langkah selanjutnya tak melakukan blunder, Ali Mochtar Ngabalin menjadi benteng yang memperkuat pertahanan sekaligus membantu penyerangan.

We’ll wait and see…

Penulis: Efge Tangkudung

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed