oleh

Bukit Kasih, Objek Wisata Simbol Toleransi di Sulawesi Utara

Jika berkunjung ke Sulawesi Utara, tak lengkap jika wisatawan tak berkunjung ke Bukit Kasih, Kabupaten Minahasa.

Bukit Kasih berada di Desa Kanonang Kecamatan Kawangkoan, Kabupaten Minahasa atau kurang lebih 55 km dari Kota Manado.

Bukit tersebut adalah lahan luas yang dipenuhi belerang aktif. Tak heran jika anda berkunjung, aroma dan uap hangat dari belerang akan menjadi bagian dari perjalanan anda.

Wisatawan akan melihat hamparan hijaunya alam Tanah Minahasa di sekeliling bukit. Pemandangan sapi-sapi yang bebas mencari rerumputan juga menambah tingkat orisinalitas wisatawan melihat alam pedesaan.

Bukit Kasih menjadi taman miniatur yang melambangkan  kerukunan dan toleransi masyarakat yang ada di Sulawesi Utara.

Bukit yang berada di kaki Pegunungan Rindengan, anak Gunung Soputan ini merupakan peninggalan historis dan konseptual dari mantan Gubernur Sulut (Alm) Adolf Jouke Sondakh, yang diresmikan tahun 2002.

Karena jasanya, bukit yang menjadi objek wisata religi tersebut, diusulkan menjadi nama Bukit Kasih AJ Sondakh.

Bukit kasih kini mempunyai luas lahan total 12,2 Hektare setelah tahun 2015 diluaskan wilayahnya oleh Menteri Kehutanan.

Bukit kasih memang menggambarkan kehidupan masyarakat Sulut yang beragam suku dan lintas agama namun sangat rukun.

Persatuan dan kesatuan masyarakat Sulut sangat kuat karena besarnya rasa saling menghargai serta toleransi yang tinggi menyikapi perbedaan.

Tepat di puncak Bukit Kasih, dibangun tempat ibadah yang ada di Indonesia yakni Masjid, Gereja, Pura dan Vihara yang saling bersisian.

Hal itu melambangkan masyarakat Sulut yang lintas agama selalu hidup berdampingan, berjalan bersama saling bergandengan tangan tanpa adanya permusuhan.

Untuk mencapai puncak bukit kasih, pengunjung harus siap fisik untuk menaiki 2435 anak tangga.

Sebelum menaiki anak tangga, ada sebuah tugu dengan tinggi 20 meter tepat di tengah lahan. Puncak tugu ada simbol burung merpati yang hinggap di bola dunia. Hal ini melambangkan perdamaian di bumi.

Tugu tersebut dibuat lima sisi yang setiap sisinya dituliskan pesan bijak dari lima agama.

Objek wisata Bukit Kasih juga menjadi ladang berkat buat masyarakat setempat di Desa Kanonang. Mereka berjaga di pintu gerbang dengan tarif masuk Bukit kasih yang terjangkau.

Masyarakat juga menyediakan aneka jajanan atau suvenir yang ditawarkan untuk pengunjung.

Wisatawan bisa menikmati makanan khas Sulawesi Utara, termasuk telur yang direbus dari air panas alam. Jika kuat, wisatawan bisa sekadar merendam kaki di kolam air belerang.

Di salah satu sudut bukit, ada pahatan dua wajah yang diyakini sebagai Toar dan Lumimuut. Kedua tokoh ini menjadi legenda yang diklaim sebagai nenek moyang orang Minahasa.

Bagian tertinggi bukit, ada salib putih raksasa yang bisa terlihat lebih dari 30 km sepanjang jalan menuju Bukit Kasih dari arah Manado.

Bukit Kasih kini bukan sekadar objek wisata, namun lebih dari itu sudah menjadi ikon Sulawesi Utara.

Hal ini memang sangat beralasan melihat kehidupan masyarakat Sulut yang sangat rukun dan damai.

Penghargaan dari SETARA Institute di akhir tahun 2017 untuk Kota Manado dan Sulut pada umumnya, sebagai Kota paling toleran, menjadi bukti sahih kerukunan antar umat beragama di Sulut.

Baca juga: Ini Daftar Lengkap Tempat Wisata di Manado

Baca juga: Selayang Pandang Sulawesi Utara

Baca juga: Gugusan Nusa Utara, Surga di Beranda Indonesia

Baca juga: Siladen dan Lembeh, Destinasi Selam Terbaik Dunia

Dalam kondisi Bangsa Indonesia yang kini dihadapkan pada ‘krisis kedamaian’, Sulawesi Utara selalu menjadi daerah terdepan menjadi pelopor dan teladan soal kerukunan dan toleransi.

Penulis: Efge Tangkudung

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed