oleh

Ini Rumah Presiden KSPI Said Iqbal yang Viral

Tepat di peringatan Hari Buruh internasional (May Day), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) resmi mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo Subianto.

Yang menjadi perhatian adalah sosok Presiden KSPI, Said Iqbal yang berapi-api berorasi untuk memenangkan Prabowo Subianto sebagai presiden 2019.

Baca juga: Said Lagi Said Lagi, Perjuangan Buruh Bukan untuk Pilpres

Hal tersebut kemudian mendapat tanggapan pro dan kontra dari banyak kalangan termasuk para warganet.

Dukungan terhadap Prabowo Subianto itu disebut sebagai sikap tendensius membawa nama organisasi buruh tersebut ke pusaran politik.

Sebagai mantan calon Anggota legislatif dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Said Iqbal dinilai mengambil keuntungan pribadi dengan menggerakkan massa buruh.

Apalagi dalam kesempatan itu, Said Iqbal begitu ‘sumringah’ dengan tawaran menjadi Menteri Tenaga Kerja jika Prabowo terpilih.

Hal lainnya yang tersorot adalah pungutan tiket seharga Rp.15 ribu terhadap para anggota KSPI untuk hadir dalam Istora Senayan. Dengan jumlah ribuan anggota yang hadir, uang yang terkumpul tidak sedikit.

Meski sudah dijelaskan peruntukannya, banyak pihak yang mempertanyakan cara menarik sumbangan dari para anggotanya.

Mereka lantas mengaitkan dengan iuran bulanan yang selalu dipungut dari para anggotanya. Bahkan tak sedikit yang menuding dana tersebut masuk ke dalam kantong para elite organisasi termasuk Presiden KSPI, Said Iqbal.

Usai peringatan Mayday 2017, sebuah rumah mewah yang diduga milik Said Iqbal beredar luas.

Rumah mewah tersebut bahkan diperkirakan bernilai lebih dari lima miliar. Rumah mewah tersebut beralamat Jalan Rambutan, Kalisari, Jakarta Timur.

Ketua Departemen Infokom dan Media Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Kahar Cahyono sudah mengklarifikasi rumah tersebut bukan dibangun dari iuran serikat pekerja.

Menurutnya, tudingan tersebut hanya untuk melemahkan gerakan serikat pekerja di Indonesia.

Dia juga menjelaskan, Said Iqbal memiliki aset dan tabungan kerena bekerja di perusahaan multi-nasional dengan masa kerja hampir 30 tahun. Sementara Istri Iqbal, Ika Liviana juga memiliki usaha kontraktor.

Dari data yang dihimpun, diketahui Said Iqbal merupakan pria kelahiran 5 Juli 1968. Dia menyelesaikan pendidikan di Universitas Jayabaya (S1) dan Universitas Indonesia (S2).

Dia pertama kali terjun menjadi aktivis buruh ketika bekerja di Perusahaan Elektronika di Kabupaten Bekasi tahun 1992.

Pada tahun 2013 lalu, Said Iqbal meraih penghargaan pemimpin serikat pekerja terbaik di dunia. Iqbal diganjar penghargaan The Febe Elisabeth Velasquez Award  dari Presiden FNV Mondiaal Mr Ton Heerts.

Penghargaan tersebut rutin diberikan serikat pekerja Belanda (FNV) setiap dua tahun kepada para pemimpin buruh dan aktivis buruh.

Said Iqbal waktu itu disebut menyisihkan 200 kandidat pemimpin serikat pekerja seluruh dunia.

Dia dianggap bisa membangun kesadaran kelas buruh Indonesia (KSPI) untuk berjuang mengawal Demokrasi di Indonesia.

Penulis: Efge Tangkudung

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed