oleh

Heboh, Gempar Soekarnoputra Siap Tes DNA dengan Megawati

Nama Jetje Langelo, wanita berdarah Manado, mendadak kembali menjadi pembicaraan publik usai pengakuan sang anak, Gempar Soekarnoputra.

Gempar mengaku sebagai anak biologis sang proklamator sekaligus Presiden RI pertama, Ir Sukarno.

Jetje Langelo disebut sebagai ibu Gempar, sekaligus istri dari Sukarno. Itu berarti Gempar merupakan adik tiri dari Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri.

Pengakuan tersebut tampak sulit terbantahkan melihat wajah Gempar yang sangat mirip dengan Sukarno. Dari pengakuan Gempar, Sukarno menikahi Jetje Langelo di Manado pada tahun 1957.

Saat itu, Jetje merupakan putri kecantikan di Sulawesi Utara dan pernah meraih predikat siswa teladan pada tahun 1953. Dari pernikahan keduanya lahirlah Gempar yang sedari kecil menggunakan nama Charles Christofel.

“Kamu adalah anak Sukarno,” ujar Jetje ditirukan Gempar saat pertama kali menceritakan rahasia tersebut kepadanya tahun 1999.

Dari penjelasan Gempar, Jetje merahasiakan hal tersebut bukan tanpa alasan. Menurutnya itu dilakukan karena amanat pemimpin kesohor yang dijuluki ‘Putra Sang Fajar’ tersebut.

Sukarno takut jika kelak pengganti dirinya akan mencari atau mencelakai semua keturunannya.

Beberapa bukti autentik juga ditunjukkan Gempar sebagai peninggalan Sukarno kepada sang ibu, seperti foto dan surat yang ditulis tangan Sukarno.

Bukan hanya itu, Gempar juga menyimpan keris dan tongkat milik Sukarno. Gempar bahkan menyitir kalimat yang dipesankan untuk sang ibu jika kelak dirinya dewasa.

“Jika sudah dewasa dan berpolitik, namai dia Muhammad Fatahillah Gempar Soekarnoputra. Kutitipkan bangsa dan negara kepadanya,” katanya.

Jetje Langelo kata Gempar, menyebut beberapa tokoh sahabat Sukarno yang mengetahui pernikahan tersebut. Mereka adalah Henk Ngantung yang menjadi Gubernur DKI I, Mayor Sugandi ajudan  Sukarno, Ali Sadikin dan Ibnu Sutowo.

Pada awalnya Gempar ragu menerima cerita sang ibu. Namun dengan sejumlah bukti yang dimiliki sang ibu, Gempar mulai yakin dirinya adalah putra Sukarno.

Kini Gempar sering berpenampilan ala Sukarno ketika tampil di hadapan publik. Jika Gempar berpenampilan lengkap dengan peci, tampak sangat mirip dengan Sukarno.

Pengakuan tersebut sebenarnya sudah pernah sampai kepada saudara-saudaranya yang merupakan anak-anak Sukarno dengan istri ketiganya, Fatmawati.

Tahun 2003, saat Megawati Soekarnoputri menjabat sebagai Presiden RI, kisah sama pernah mencuat.

Saat itu, Guruh Soekarnoputra, menghubungi Gempar untuk melakukan tes DNA. Tawaran tersebut diterima Gempar, tapi dengan beberapa syarat.

Gempar ingin tes DNA yang dilakukan bukan atas permintaan dirinya namun sebagai tes terbuka. Hasil pengujian DNA tersebut juga harus dikawal tim Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Sayang, syarat yang diajukan Gempar tak pernah diiyakan pihak Guruh dan saudara-saudaranya.

Namun Gempar berpikir positif, baginya kemungkinan tim dokter merasa kesulitan mengumpulkan semua saudara Guruh karena kesibukan masing-masing.

“Syarat itu untuk mempertegas saya tidak mencari popularitas. Jika hasilnya cocok, Alhamdulillah. Sebaliknya jika berbeda, ibu saya yang bohong,” katanya.

Gempar sendiri sudah pernah terjun ke dunia politik. Gempar pernah mendirikan Partai Nasionalis Indonesia Bersatu (PNIB). Sayang partai tersebut tak lolos verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Gempar lalu mendirikan partai lain yakni Partai Barisan Nasional (Barnas) bersama tokoh kawanua lain, Ventje Rumangkang.

Baca juga: Henk Ngantung, Pelukis yang Jadi Gubernur Jakarta

Baca juga: Pelabuhan Bitung, Dibangun Sukarno Diresmikan Fatmawati

Baca juga: Uniknya Jembatan Soekarno dan Megawati di Manado

Diketahui Sukarno tercatat pernah menikahi sembilan wanita yang dijadikan istrinya. Mereka adalah, Siti Utari Cokroaminoto (1920), Inggit Ganarsih (1923), Fatmawati (1943), Hartini (1954), Kartini Manoppo (1959), Ratna Sari Dewi (1962), Haryati (1963), Yurike Sanger (1964) dan Heldy Djafar (1966).

Dari sembilan wanita tersebut, Sukarno memiliki sepuluh anak yang tercatat dari lima istrinya.

Dari Fatmawati, keduanya dikaruniai lima orang anak Yakni  Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati, dan Guruh.

Hartini melahirkan dua orang anak untuk Sukarno yakni  Taufan dan Bayu. Selanjutnya ada Kartika yang beribukan Ratna Sari Dewi. Anak perempuan lain yakni Ayu yang dilahirkan Haryati. Anak lain adalah putra Sukarno bersama Kartini Manoppo yang dinamakan Totok.

Dari para wanita tersebut, ada dua wanita berdarah kawanua asal Sulawesi Utara yakni Kartini Manopo dan Yurike Sanger.

Penulis: Efge Tangkudung

 

 

 

 

.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed