oleh

Gatot Nurmantyo Pilih Jokowi atau Prabowo?

Nama mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo kini menjadi tokoh yang meramaikan bursa Calon Presiden dan Wakil presiden.

Usai pensiun per April 2018, Gatot kini mulai berakselerasi untuk tampil di ajang pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Meski masih terkesan malu-malu, ambisi Gatot untuk maju menjadi top eksekutif RI tersebut cukup tersirat.

Dengan latar belakang yang dimiliknya, ditambah dengan sejumlah relawan yang makin banyak mendukungnya, Gatot kini memiliki posisi tawar yang lumayan bagus. Dalam survey terbaru, nama Gatot Nurmantyo bahkan menempati urutan ke-3 di bawah Joko Widodo dan Prabowo.

Namun Gatot sadar, dia tidak mempunyai kekuatan politik yang mendukungnya dan menyerahkan sepenuhnya kepada takdir Allah.

Lantas berapa persenkah Gatot bisa terakomodasi partai politik?

Melihat komposisi partai di luar pendukung Jokowi, sangat kecil peluang Gatot menjadi calon Presiden.

Hal itu baru bisa terwujud jika Prabowo dengan Gerindra dan PKS legowo memberikan tiketnya kepada Gatot, dan menjadi King Maker koalisi oposisi tersebut.

Kemungkinan Gatot-Ahmad Heryawan/Anis Matta menjadi pasangan paling realistis untuk mendulang suara. Jika itu tak terealisasi, Gatot hampir dipastikan terdepak dari koalisi ini untuk posisi Capres.

Kemungkinan itu pun harus dengan catatan, jika PAN yang mengusung Zulkifli Hasan (Bang Zul) atau PKB dengan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) tidak masuk koalisi ini.

Kemungkinan lain, Gatot bisa diusung poros baru Partai Demokrat, PAN dan PKB yang bakal mempunyai total 157 kursi. Namun kemungkinan Gatot diusung sebagai capres jelas mendapat resistensi yang lebih besar.

Tiga partai tersebut sudah memiliki ikon masing-masing untuk dimajukan sebagai Capres dan Cawapres. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Bang Zul dan Cak Imin jelas tak serta merta merelakan posisinya untuk digeser begitu saja.

Gatot-Cak Imin atau Gatot-Bang Zul mungkin memiliki potensi dan prospek yang lebih baik dibanding Gatot-AHY yang memiliki latar belakang militer yang sama.

Namun untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan keikhlasan ekstra Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Partai Demokrat walau memiliki jumlah kursi lebih banyak.

Hal paling realistis, Gatot tinggal menunggu pinangan sebagai cawapres mendampingi Jokowi atau Prabowo.

Jika dipilih mendampingi Prabowo, ini akan menjadi pertaruhan luar biasa partai pengusung. Latar belakang militer yang sama, menjadi irisan suara yang sangat merugikan.

Belum lagi dilihat dari karir militer, Gatot yang berstatus jenderal bintang penuh akan menjadi ‘penghalang’ keduanya untuk bersanding. Hal itu belum ditambah dengan ‘kebesaran hati’ PKS yang kembali harus mengalah jika pasangan ini terealisasi.

Belum juga nantinya cap ‘pengkhianat’ yang akan disandingkan publik mengingat lawan yang dihadapinya Joko Widodo. Nama Gatot diketahui diajukan oleh Presiden Joko Widodo untuk menjadi Panglima TNI pada 2015.

Menjadi wakil presiden Joko Widodo mungkin adalah hal paling memungkinkan dan agak minim resistensi.

Joko Widodo kini diusung lima partai parlemen dan tiga partai non parlemen dengan status tanpa mahar dan tanpa pamrih. Dengan begitu, Joko Widodo bebas memilih dan menentukan bakal calon wakilnya nanti.

Jokowi diprediksi akan memilih wakil yang bukan berasal dari partai politik, untuk mencegah gesekan dalam koalisi pendukung.

Dengan kedekatan dengan para tokoh agama dan berbasic militer, Gatot dinilai pantas menjadi alternatif cawapres dalam situasi Indonesia saat ini.

Nama Gatot mungkin akan menjadi pilihan utama selain nama Mahfud MD dan Tito Karnavian jika pensiun dini.

Baca juga: Bukan Cak Imin, Jokowi akan Ikut SBY Pilih Cawapres

Baca juga: Ini Pasangan Ideal Prabowo untuk Menang Pilpres 2019

Baca juga: Gus Rommy yang Membuka Kotak Pandora

Namun, politik tetaplah politik. Selalu cair dan kadang tak bisa diprediksi hingga detik terakhir.

Seperti kata Gatot Nurmantyo, segala kemungkinan bisa saja terjadi jika Allah menghendaki.

We’ll wait and see

Penulis: Efge Tangkudung

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed