oleh

Ini Penyebab Overpass Tol Manado-Bitung Ambruk

Penyebab ambruknya Jembatan penghubung (overpass) di proyek jalan tol Manado-Bitung Sulawesi Utara, Selasa (17/4/2018) perlahan mulai terkuak.

Dari penemuan awal tim penyelidik di lokasi kejadian, ada hal mengagetkan yang terungkap.

Ternyata kecelakaan yang menyebabkan dua orang meninggal dunia tersebut karena tiang penyangga atau scaffolding yang digunakan sudah karatan.

Hal ini dikatakan Kepala Bidang Balistik dan Metalurgi Puslabfor Mabes Polri Kombes Ulung Kanjaya , Kamis (19/4/2018) di Tempat Kejadian Perkara, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Menurutnya, kekuatan perancah tersebut sudah mengalami degradasi karena telah sering digunakan dan karatan.

“Dari konstruksi bisa dilihat, perancah atau scaffolding tidak mampu menahan beban di atasnya. Ini karena Scaffolding  sudah mengalami degradasi kekuatan karena usianya, sering dipakai, dan ada karatan,” katanya.

Diketahui, Jembatan penghubung (overpass) di proyek jalan tol Manado-Bitung Sulawesi Utara ambruk, Selasa (17/4/2018) sekitar pukul 14.00 Wita.

Lokasi berada tepat berada di Desa Tumaluntung Kabupaten Minahasa Utara.

Kecelakaan tersebut merenggut nyawa dua orang pekerja yakni Sugeng Pranoto (36) asal Blitar dan Deddy Ruhyadi (53) warga Bandung. KEdua korban sudah diterbangkan ke kampung halamannya untuk dimakamkan.

18 orang yang juga turut bekerja di lokasi kejadian, berhasil menyelamatkan diri. Sementara satu korban yang turut tertimbun berhasil diselamatkan tim evakuasi.

Manajer Proyek PT Wika, Bayu Hermawan, sebelumnya pekerjaan tersebut sudah melalui inspeksi oleh Konsultan dan BPJN.

“Sudah dilakukan monitoring dan diizinkan pekerjaannya. Sebelum kecelakaan juga tidak teridentifikasi adanya  pergerakan tanah atau penurunan material,” jelasnya.

Kapolda Sulawesi Utara Irjen Bambang Waskito kepada media menjelaskan, pihak kepolisian tengah menyediki kecelakaan yang merenggut dua nyawa tersebut.

Tim Polda Sulut sudah menurunkan tim membackup tim yang dikirimkan  lembaga Indonesia Automatic Fingerprints Identification System (INAFIS) Mabes Polri.

Waskito menegaskan untuk sementara proyek tersebut dihentikan demi kepentingan penyelidikan penyebab kecelakaan tersebut.

Pemerintah Provinsi Sulwesi Utara melalui Wakil Gubernur Steven Kandouw mengatakan, kejadian tersebut menjadi perhatian serius.

Hal ini menurutnya harus menjadi kecelakaan kerja yang pertama dan terakhir yang terjadi.

“Ini harus menjadi pembelajaran. Kita tidak boleh main-main dengan nyawa manusia,” katanya.

Kandouw mempertanyakan kecelakaan yang terjadi karena pekerjaan dilaksanakan oleh perusahaan besar yang cukup kredibel.

“Cari tahu penyebab dan siapa pihak yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Baca juga: Tol Manado-Bitung Ambruk, Korban Tertimbun Material

Baca juga: Korban Tol Ambruk Sugeng Pranoto Ditemukan Meninggal

Baca juga: Korban Dedi Ruhyadi Ditemukan Meninggal, Proyek Dihentikan

Akademisi Universitas Sam Ratulangi, Prof Fabian Manoppo yang merupakan ahli geoteknik juga berpendapat sama.

Menurutnya, pihak pekerja tidak memperhitungkan kekuatan penyangga termasuk tanah tempat tumpuan.

“Bangunan atas itu sementara dicor, otomatis struktur atas belum bekerja. Kemungkinan kesalahan ada di bagian penyangga termasuk tanah tumpuan. Ketika penyangga tak mampu memikul beban maksimum maka akan ambruk,” jelasnya.

Penulis: Efge Tangkudung

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed