oleh

Gus Rommy yang Membuka Kotak Pandora

Konstelasi politik Indonesia jelang memasuki masa Pemilhan Presiden (Pilpres) 2019 makin memanas.

Jual beli serangan antar partai politik kini menjadi hal yang lumrah jelang pesta demokrasi tesebut.

Teranyar, pernyataan Amin Rais yang mendikotomi partai politik dengan partai Allah dan partai setan dinilai sangat tendensius. Dia menyebut tiga yakni Partai Gerindra, PKS dan PAN akan melawan partai besar atau partai Setan.

Melihat konteksnya, serangan Amin Rais memang ada kaitannya dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang jelas kemana arahnya.

Namun sebelum pernyataan tersebut menjadi perdebatan panas dan bola liar bagi para politisi, ada satu tokoh yang langsung mengcovernya dengan sangat menohok.

Dialah Muchammad Romahurmuziy atau Gus Rommy yang merupakan ketua Partai Persatuan Pembangunan.

Putra Tolchah Mansoer (pendiri Ikatan Pelajar NU dan Rois Syuriah PBNU 1984-1986) itu menilai, pernyataan Amin Rais sangat bermuatan politis sebagai bentuk provokasi dan agitasi untuk memancing polemik.

Cucu mantan Menteri KH. Muhammad Wahib Wahab itu meminta Amin Rais agar tidak memperkosa agama untuk mencari kemenangan dalam berpolitik. Apalagi jika nanti tetap kalah meski sudah menggunakan isu seperti itu.

Gus Rommy kemudian membuka kotak pandora yang cukup mengagetkan banyak orang.

Dia menegaskan, selama lebih dari satu dasawarsa berada di kelompok yang berseberangan dengan Jokowi, isu PKI tak pernah dimunculkan

Isu PKI baru dimainkan pendukung Prabowo Subianto sejak 2014 untuk menyerang Jokowi.

Saat itu, Gus Rommy bahkan dimintakan mengedit artikel yang akan dipublikasikan Tabloid Obor Rakyat selanjutnya dibagikan ke sejumlah pesantren tersebut.

Pengakuan Gus Rommy memang sulit dibantah oleh para pendukung Prabowo, meski ada beberapa pihak yang coba berkelit.

Gus Rommy setidaknya cukup mengetahui situasi ‘dapur’ tim pemenangan Prabowo tahun 2014 lalu.

Gus Rommy yakin kejujuran itu harus diungkap ke publik agar masyarakat bisa dicerdaskan dalam memandang politik.

Tekadang bahkan sering, banyak politisi menggunakan pernyataan berbau fitnah untuk menjatuhkan lawan politiknya.

Gus Rommy hanya ingin masyarakat disuguhi cara berpolitik yang santun tanpa mengumbar kebencian berlebihan untuk menggapai syahwat politiknya.

Baca juga: Bukan Cak Imin, Jokowi akan Ikut SBY Pilih Cawapres

Baca juga: Ini Pasangan Ideal Prabowo untuk Menang Pilpres 2019

Baca juga: Puisi Sukmawati Ingatkan Habib Rizieq dan Ustaz Somad

Baca juga: Bagi Prabowo Semuanya Semudah Membalikkan Tangan

Partai politik kini masih mempunyai waktu beberapa bulan untuk mempersiapkan strategi pemenangan menghadapi Picaleg dan Pilpres 2019.

Satu hal, Pilcaleg dan Pilpres adalah pesta demokrasi untuk seluruh rakyat Indonesia. Berbeda pilihan adalah hal wajar, namun bukan untuk  saling bermusuhan apalagi terpecah belah dari NKRI.

Siapa nanti yang akan dipilih rakyat Indonesia?

We’ll wait and See…

Penulis: Efge Tangkudung

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed