oleh

Korban Dedi Ruhyadi Ditemukan Meninggal, Proyek Dihentikan

Korban terakhir Dedi Ruhyadi yang terjebak dalam ambruknya jembatan penghubung (overpass) di proyek jalan tol Manado-Bitung Sulawesi Utara, Selasa (17/4/2018) akhirnya ditemukan.

Pria kelahiran Bandung, 6 Agustus 1965 itu ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Kepala Kantor SAR Sulawesi Utara  Mochamad Arifin kepada media membenarkan penemuan korban terakhir tersebut.

“Korban terakhir atas nama Dedi Ruhyadi telah dievakuasi dalam keadaan meniggal dunia,” kata Arifin, Rabu (18/4/2018) dinihari.

Dia juga mengucapkan terima hkasih kepada semua pihak yang sudah membantu dalam proses evakuasi tersebut.

Kapolda Sulawesi Utara Irjen Bambang Waskito kepada media menjelaskan, pihak kepolisian sudah membentuk tim untuk menyediki kecelakaan yang merenggut dua nyawa tersebut.

Waskito menegaskan untuk sementara proyek tersebut dihentikan demi kepentingan penyelidikan penyebab kecelakaan tersebut.

Baca juga: Tol Manado-Bitung Ambruk, Korban Tertimbun Material

Baca juga: Korban Tol Ambruk Sugeng Pranoto Ditemukan Meninggal

Sebelumnya, tim SAR juga menemukan pekerja atas nama Sugeng Pranoto yang sudah meninggal dunia. Total dalam kecelakaan tersebut, 19 orang berhasil selamat dan dua orang meninggal dunia.

Diketahui, jembatan penghubung (overpass) di proyek jalan tol Manado-Bitung Sulawesi Utara ambruk, Selasa (17/4/2018) sekitar pukul 14.00 Wita.

Lokasi berada tepat berada di Desa Tumaluntung Kabupaten Minahasa Utara.

Kecelakaan tersebut membuat puluhan pekerja PT Wijaya Karya (Wika) yang menjadi pelaksana proyek tersebut menjadi korban. 19 orang berhasil selamat dari kejadian ini, sementara dua orang masih tertimbun di bawah reruntuhan.

Manajer Proyek PT Wika, Bayu Hermawan, kepada media mengatakan pengerjaan proyek melibatkan 21 orang pekerja, termasuk konsultan.

Saat kecelakaan menurutnya 19 orang berhasil menyelamatkan diri, 9 di antaranya sudah dievakuasi ke Rumah sakit Hermana Lembean.

“2 orang pekerja kini masih dalam timbunan material. Tim penyelamat masih berusaha menyelamatkan keduanya,” katanya.

Soal kesalahan prosedur teknis dalam penyelesaian, dia menjelaskan pekerjaan tersebut sudah melalui inspeksi oleh Konsultan dan BPJN.

“Sudah dilakukan monitoring dan diizinkan pekerjaannya. Sebelum kecelakaan juga tidak teridentifikasi adanya  pergerakan tanah atau penurunan material,” jelasnya.

Tim penyelamat dari SAR Kota Manado dibantu pihak kepolisian masih terus melakukan usaha menyelamatkan dua pekerja tersebut.

Humas SAR Manado Fery Ariyanto menjelaskan, dua orang yang masih tertimbun adalah Dadik warga Bandung dan Sugeng warga Blitar.

Sementara Muctar asal Blitar yang sebelumnya juga terkubur, sudah berhasil dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit.

Kapolres Minut AKBP Alfaris Pattiwael menambahkan, pihak kepolisian turun langsung ke lokasi membantu tim SAR dalam melakukan proses evakuasi.

Direktur Utama PT Jasa Marga Manado Bitung (JMB), George IMP Manurung menerangkan titik lokasi yang runtuh tersebut berada di Km 13.

Dia menambahkan, ruas yang runtuh tersebut bukan dibangun PT JMB melainkan oleh Kementerian PUPR.

“Total panjang Jalan Tol Manado-Bitung yang dibangun adalah 39 km. Itu dibagi 14 km dibangun pihak pemerintah dan 25 km oleh PT JMB,” katanya.

Dari pantauan manadopedia, Tim SAR dibantu pihak kepolisian berkejaran waktu untuk menyelamatkan dua korban tersebut.

Tim penyelamat berusaha secepat mungkin mengevakuasi dua korban sebelum bahan coran mengeras.

Dua korban dikabarkan masih dalam keadaan hidup meski dalam keadaan lemah. Keduanya terhalang material yang menimbun. Pihak penyelamat terus menyuplai oksigen dan air mineral agar keduanya tetap bertahan.

Penulis: Efge Tangkudung

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed