oleh

Bupati Vonny Panambunan Terlibat Kasus Korupsi (lagi)? 

Nama Bupati Minahasa Utara, Vonny Anneke Panambunan makin santer disebut terlibat kasus Korupsi pemecah ombak Desa Likupang, Minahasa Utara Sulawesi Utara.

Panambunan yang belum lama ini keluar dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan masuk ke Partai Nasional Demokrat (Nasdem), kini makin tersudut usai namanya terus disebut dalam persidangan.

Teranyar, nama bupati cantik tersebut disebut saksi Luvie Melissa Kambey, mantan Bendahara di Badan Penanggulangan Bencana Daerah Minahasa Utara. Dalam persidangan terungkap, saksi bersama beberapa rekannya pernah mengantarkan sebuah paket kardus yang diduga berisi uang. Meski begitu, para saksi tidak mengetahui isi dalam paket kardus tersebut.

“Sore hari, terdakwa RT meminta saya dan teman-teman untuk mengantar sebuah kardus ke rumah Bupati Minut di Kleak Malalayang,” katanya.

Pernyataan tersebut dilontarkan saksi Luvie Melissa Kambey dalam persidangan kasus Korupsi pemecah ombak Desa Likupang atas terdakwa RT alias Rosa, Selasa (10/4/2018).

Menanggapi kesaksian tersebut, terdakwa RT alias Rosa mengakui isi dalam paket kardus tersebut adalah uang senilai Rp.1 miliar. Bahkan yang lebih mengejutkan, terdakwa mengaku sudah mengantar uang kepada Bupati Minahasa Utara tersebut lebih dari enam kali.

“Nominalnya paling sedikit sekitar 900 jutaan,” katanya.

Dalam persidangan sebelumnya, Kamis (5/4/2018) para saksi yang dihadirkan juga menyebut nama Bupati Minahasa Utara turut terlibat dalam proyek tersebut. Menariknya, bukan hanya nama Bupati Minahasa Utara, saksi juga menyebut nama mantan Kapolresta Manado , Kombes Rio Permana.

Baca juga: Bupati Cantik Ini Targetkan Swasembada Jagung

Baca juga: Keretakan Bupati-Wakil Bupati Minut Makin Terlihat

Baca juga: Keberatan Isi Pemberitaan, Ormas Minut Laporkan Orang Ini

Baca juga: Bupati Cantik Panambunan Tinggalkan Prabowo Subianto

Diketahui, proyek untuk mitigasi pengaman, darurat, perkuatan dan normalisasi di Minahasa Utara (Minut) yang berasal dari dari anggaran BNPB Tahun Anggaran 2016 ke BPBD Minut berbanderol Rp 15 miliar. Belakangan proyek ini lebih populer dengan sebutan ‘proyek pemecah ombak’.

Usai pengerajaan proyek terebut, proyek tersebut diaudit BPKP Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara. Hasilnya bikin geleng kepala, terdapat kerugian lebih dari lima puluh persen yakni, Rp. 8 miliar.

Hingga kini kasus tersebut sudah menetapkan tiga tersangka masing-masing, RT alias Rosa (Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Minahasa Utara tahun 2016), SHS alias Steven (Pejabat Pembuat Komitmen), dan RM Direktur PT MMM, pelaksana proyek).

Kasus ini mulai ramai menjadi pembahasan publik Sulawesi Utara, karena menyeret nama Bupati Minahasa Utara, Vonny Panambunan.

Sebelum terpilih untuk kedua kalinya, Panambunan pernah terseret kasus korupsi terkait proyek pembangunan Bandara Kutai Kertanegara Kalimantan Timur, tahun 2008. Saat itu panambunan harus menjalani hukuman usai divonis 1,6 penjara.

Penulis: Efge Tangkudung

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed