oleh

Tertangkap Bersama Pelakor, Oknum Polisi Tega Tabrak Anaknya

Aksi tidak terpuji dilakukan seorang oknum kepolisian, FB menjadi bahan perbincangan hangat di Kota Manado Sulawesi Utara.

Dalam sebuah video amatir yang dibagikan dalam sebuah grup di media sosial, terlihat seorang wanita menghadang sebuah mobil minibus berwarna putih. Belakangan diketahui pengendara mobil tersebut adalah oknum anggota Kepolisian Resort Minahasa Selatan Sulawesi Utara.

Dari video terungkap, wanita yang menghadang mobil tersebut adalah anak dari pengendara mobil. Bersama ibunya yang merupakan istri dari pengendara mobil, keduanya memergoki oknum polisi tersebut bersama seorang wanita yang diduga menjadi selingkuhannya.

Terlihat dalam video sang anak terus menangis karena kelakuan ayahnya mengkhianati keluarga yang menyayanginya. Bahkan terdengar dari video, hal tersebut bukan baru sekali dilakukan.

Meski terus menangis dan meluapkan kemarahan, sang ayah tak kunjung turun dari mobilnya. Entah karena malu dilihat masyarakat sekitar yang makin banyak mengerubuti mobilnya, oknum tersebut justru marah.

Dia menjalankan mobilnya dan ingin menabrak anaknya yang masih menghadang mobil tersebut. Untung saja, para warga meneriaki mobil tersebut dan berhasil menghadangnya.

Setelah bertahan lama dalam mobil, pengendara mobil akhirnya turun. Terlihat seorang anggota kepolisian berseragam lengkap dengan seorang wanita mengenakan mini dress berwarna biru muda.

Video yang diunggah tersebut sudah dibagikan lebih dari seribu kali dan mendapat tanggapan lebih dari lima ribu kali.

Menanggapi aksi tak terpuji anggotanya yang kemudian menjadi viral, Kapolres Minahasa Selatan AKBP FX. Winardi Prabowo berang. Menurut Prabowo, perbuatan tersebut sangat mencoreng serta menurunkan citra dan martabat institusi kepolisian.

“Sebagai Kapolres, saya akan mengambil tindakan tegas terhadap yang bersangkutan sesuai dengan peraturan dan udang-undang yang berlaku,” janjinya.

Menurutnya, kasus tersebut segera dibawa dalam sidang etik dan pelakunya akan mendapat sanksi tegas.

“Sanksi maksimalnya adalah Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH),” tegasnya.

Kapolres yang belum lama menjabat di daerah dodol tersebut, melayangkan permintaan maaf atas kejadian tersebut.

“Kepada masyarakat umum, kami memohon maaf atas aksi yang bersangkutan yang telah mengganggu aktivitas dan mengusik kenyamanan masyarakat,” tambahnya.

Dalam kolom komentar postingan tersebut, mayoritas warganet sepakat oknum polisi tersebut dipecat dari institusi kepolisian. Banyak yang berang dengan kelakuan oknum tersebut. Sebagian warganet justru menuding wanita dalam mobil tersebut sebagai Perebut Laki Orang (Pelakor).

Diketahui, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Tito Karnavian berulangkali menegaskan kepada semua jajarannya di Indonesia untuk membangun citra baik institusi kepolisian.

Tingkat kepercayaan masyarakat kepada institusi kepolisian yang sempat terpuruk perlahan mulai menanjak setelah institusi kepolisian berbenah dari dalam dan menunjukkan kinerja luar biasa.

Baca juga: Cegah Kecelakaan, Kapolres ini Keluarkan Maklumat

Baca juga: Polres Minsel Luncurkan SMART MINSTRA, Apa Itu?

Baca juga: Tabrak Mobil, Dua Pelajar SMP Tewas Mengenaskan

Dari data tahun 2017, sebanyak 222 personel kepolisian mendapat sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) atau dipecat karena perbuatannya yang dianggap mencoreng institusi kepolisian.

Penulis: Rizka Alvira

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed