oleh

Uniknya Jembatan Soekarno dan Megawati di Manado

Berkunjung ke Manado, wisatawan akan melihat keindahan dan gemerlapnya jembatan Soekarno yang ada di tepi teluk Manado.

Jembatan Soekarno kini menjadi ikon Kota Manado dan spot foto terpopuler di Kota Manado. Wajar saja, dari atas jembatan ini wisatawan bisa melihat view laut sejauh mata memandang.

Tepat di garis cakrawala akan terlihat dua pulau yang membentang yakni Pulau Manado Tua dan Pulau Bunaken yang berdampingan. Lokasi ini menjadi tempat asyik untuk menanti pemandangan sunset, melihat tenggelamnya sang mentari terbenam di ufuk barat.

Jembatan Soekarno total mempunyai panjang 1,127 km dan dibangun dengan anggaran kurang lebih 300 miliar. Jembatan ini diresmikan bulan Mei tahun 2015.

Selain jembatan Soekarno, ada juga jembatan Megawati. Pemberian nama jembatan ini memang merujuk putri tertua Presiden Soekarno, Megawati Soekarnoputri, Presiden ke- 5 RI. Jembatan Megawati terletak tak jauh dari Jembatan Soekarno.

Jembatan Megawati mempunyai panjang 102 meter dengan anggaran kurang lebih 25 miliar. Jembatan ini diresmikan tahun 2008 usai direnovasi.

Pembangunan hingga peresmian dua jembatan ini tergolong unik. Apa saja nilai keunikannya? Manadopedia.com merangkumnya untuk anda.

  • Jembatan Megawati dibangun Presiden Soekarno

Sebenarnya jembatan ini sudah ada sejak masa pendudukan Belanda di Sulawesi Utara, meski bangunannya belum seperti sekarang. Barulah tahun 1955 Presiden Soekarno membangun kembali jembatan tersebut dengan dimensi yang lebih panjang dan luas.

  • Jembatan diresmikan Soekarno saat Megawati berusia 8 Tahun.

Ketika diresmikan Presiden Soekarno, Jembatan yang menghubungkan daerah bagian tengah dan utara Kota Mando tersebut dinamakan Jembatan Megawati.

Namun, saat itu dikisahkan Megawati Soekarnoputri yang baru berusia 8 tahun, tidak datang saat acara peresmian.

  • Pembangunan Jembatan Megawati Sempat Terhenti

Saat banjir besar menerjang Kota Manado, jembatan ini mengalami gangguan yang dianggap bakal membahayakan pelintas jembatan tersebut. Tahun 2004, jembatan Megawati diperbaiki kembali dengan memasang tiang pancang yang lebih besar.

Namun pembangunan ini sempat terhenti kurang lebih dua tahun dengan alasan pemasangan tiang pancang bermasalah akibat material beton yang berada di tanah pijakan jembatan tersebut.

Dari penjelasan tim saat itu, ada bongkahan beton peninggalan masa kolonial yang menghalangi pengeboran tiang pancang. Jembatan Megawati kembali diresmikan Gubernur Sulut kala itu, Sinyo Harry Sarundajang pada tahun 2008 dengan lebar 15 meter.

  • Jembatan Soekarno Dibangun Era Megawati

Jembatan Soekarno mulai dibangun saat masa pemerintahan Presiden Megawati Sokarnoputri tahun 2003.

Saat itu, Megawati mengawali pemancangan dua tiang utama pada tanggal 12 Oktober 2003. Anggaran pembangunan jembatan ini membengkak dari awalnya 130 miliar menjadi 240 miliar (belakangan disebut menjadi 300 miliar).

  • Pembangunan Jembatan Soekarno juga Sempat Terhenti

Pembangunan jembatan pada tahun 2003, awalnya direncanakan selesai dua tahun kemudian. Namun pada kenyataannya, jembatan ini baru selesai 12 tahun kemudian, tahun 2015. Banyak alasan yang dikemukakan terkait terhentinya proyek ini, mulai dari kendala teknis dan administrasi.

Baca juga: Ini Daftar Lengkap Tempat Wisata di Manado

Baca juga: Pelabuhan Bitung, Dibangun Sukarno Diresmikan Fatmawati

Baca juga: Asal Nama Manado Tua, Pulau Penghias Cakrawala

  • Jembatan Soekarno diresmikan Puan Maharani

Jembatan ini akhirnya diresmikan setelah melewati 12 tahun masa pembangunan. Jembatan ini diresmikan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, Kamis (28/5/2015).

Puan Maharani merupakan anak Presiden Megawati Soekarnoputri sekaligus cucu Presiden Soekarno.

  • Struktur Jembatan Soekarno

Para ahli mengkombinasikan dua konstruksi dalam jembatan Soekarno yakni konstruksi Balance Cantilever/ Box Girder dan konstruksi cable stayed. Para ahli dari Tiongkok, Prancis dan Inggris turut dalam pembangunan jembatan ini.

Penulis: Efge Tangkudung

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed