oleh

Operasi Keselamatan Samrat Fokus Tindak Pelanggaran ini

Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resort Kota (Polresta) Manado resmi memulai Operasi Keselamatan Sam Ratulangi 2018, Senin (5/2/2018).

Operasi ini merupakan operasi yang bertujuan untuk menciptakan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Berlalu Lintas (Kamseltibcarlantas).

Kasat Lantas Kepolisian Resort Kota (Polresta) Manado, Kompol Marganda Aritonang memimpin langsung para personel sebelum turun lapangan dalam sebuah apel di halaman Mapolresta Manado.

Dari pantauan Manadopedia.com, pada hari pertama operasi ini, personel Lantas Polresta Manado turun di dua lokasi yakni di Jalan Sam Ratulangi dan Taman Kesatuan Bangsa purat Kota Manado sejak pagi sekitar pukul 09.00 Wita.

Kasat Lantas Polresta Manado, Kompol Marganda Aritonang kepada media mengatakan, operasi tersebut akan berlangsung selama tiga minggu demi menciptakan kondusivitas dalam berlalulintas.

“Operasi akan berjalan selama 21 hari sejak tanggal 5 Maret hingga tanggal 25 Maret nanti. Ini berlangsung serentak di seluruh wilayah Indonesia,” jelas Aritonang.

Dia menambahkan, kegiatan tersebut melakukan pendekatan preventif untuk mencegah kecelakaan. Dia juga meminta warga Kota Manado agar turut membantu pihak kepolisian untuk menciptakan situasi aman dan tertib di jalan raya.

Kasat Lantas Polresta Manado ini menghimbau kepada masyarakat agar taat terhadap peraturan berlalu lintas dan selalu mengutamakan keselamatan.

“Kami imbau kepada para pengendara kendaraan bermotor agar mematuhi semua rambu lalu lintas dan berlaku tertib dalam berlalu lintas di jalan raya demi kenyamanan dan keselamatan bersama,” pesannya.

Diketahui, operasi keselamatan ini digelar di seluruh wilayah Indonesia. Operasi ini akan fokus menyasar segala bentuk palanggaran dalam berlalu lintas. Pelanggaran tersebut di antaranya, kelengkapan kendaraan, kelengkapan pengendara, pengendara belum cukup umur, penggunaan telepon seluler.

Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian RI, Irjen Pol Royke Lumowa dalam amanatnya mengatakan akan fokus dalam sejumlah pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan dan bahaya untuk orang lain.

Dari data yang dikeluarkan Korps Lalu Lintas Kepolisian RI , tahun 2017 ada kenaikan sekitar 15 persen angka pelanggaran lalu lintas di Indonesia. Korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas tahun 2017 berjumlah lebih dari 24 ribu orang.

Penulis: Rizka Alvira

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed