oleh

Warga tak Terima Rastra, Kantor Kepala Desa Disegel

Warga di Desa Tatelu Rondor Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara marah kepada Penjabat (Pj) Hukum Tua Johannes Tuegeh, karena tidak menyalurkan Beras Sejahtera (Rastra) kepada warga yang seharusnya menerima.

Kebanyakan warga marah karena nama-nama yang sudah dimasukkan kepada Kepala Lingkungan (Pala) tidak menerima bantuan beras, alhasil warga beramai-ramai menyegel Kantor Hukum Tua (Kepala Desa) pada Jumat (23/02/18).

Kepada Manadopedia.com, salah seorang warga mengaku tindakan ini dilakukan warga karena penjabat Hukum Tua tidak mau menerima sejumlah nama-nama yang diusulkan Pala untuk menerima beras rastra yang disalurkan oleh pemerintah.

“Ini harus dijelaskan, kenapa Penjabat Kumtua tidak mau menerima kami sebagai penerima beras rastra. Seharusnya Kumtua harus menerima rekomendasi dari Pala karena mereka yang tau siapa saja yang berhak menerima,” tukas Audy Warga Desa Tatelu Rondor.

Menanggapi hal itu, Camat Dimembe Marko Karongkong kepada media mengatakan bahwa pembagian beras bantuan pemerintah ini dilakukan sesuai data-data yang ada dari Dinas Sosial, karena mereka sudah melakukan pendataan siapa-siapa yang berhak mendapat bantuan.

“Data penerima beras dari Dinas Sosial, data itu sudah diberikan kepada semua Kumtua di Minut untuk disosialisasikan. Mungkin Tuegeh tidak melaukan sosialisasi kepada warga di Desa Tatelu Rondor,” kata Karongkong.

Sementara itu, Bupati Minut Vonnie Panambunan kaget ketika mendengar bahwa masih banyak piutang beras sejahtera tahun 2017. Ia mengetahui ini ketika menerima surat dari Bulog Sulut dengan Nomor. B-131/18010/02/2018, yang mencantumkan piutang Harga Tebus Rastra sebesar Rp.211.992.900.

“Saya sudah perintahkan untuk segera selesaikan. Saya tidak ingin lagi ada utang-utang yang kurang jelas (KJ) yang membebani Pemkab Minut. Pokoknya harus cepat diselesaikan,” tegas Vonnie Panambunan.

Asisten I Pemkab Minut, Allan Mingkid menjelaskan bahwa Rastra tahun 2017 baru ada pelunasan yaitu Kecamatan Kema dan Kecamatan Airmadidi.

“Pembayaran diurus oleh Kecamatan, karena Bulog hanya mengatar barang dan tidak menerima uang pembayaran. Kami akan lakukan pengecekan ke kecamatan-kecamatan yang belum lunas, ” tegasnya.

Berikut jumlah hutang tebus Rastra 2017 :

  1. Kecamatan Kalawat Rp77.064.000
  2. Kecamatan Likupang Timur Rp.52.039.000
  3. Kecamatan Dimembe Rp.37.753.000
  4. Kecamatan Likupang Barat Rp.25.422.000
  5. Kecamatan Kauditan Rp.17.218.000
  6. Kecamatan Talawaan Rp.10.897.000
  7. Kecamatan Likupang Selatan Rp.3.120.000
  8. Kecamatan Wori Rp.103.300
  9. Kecamatan Airmadidi LUNAS
  10. Kecamatan Kema LUNAS

Penulis : Habel Sirenden

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed