oleh

Hilang Lima Bulan, Ari Ditemukan Tinggal Kerangka

Seorang warga Ari Rundengan (65) yang hilang sejak bulan September 2017, ditemukan dengan kondisi yang tinggal tulang belulang, Kamis (15/2/2018) sekitar pukul 15.00 Wita.

Jenazah Ari Rundengan (65) pertama kali ditemukan oleh tiga warga yang saat itu sedang berburu tikus sawah. Mereka adalah Adri Sembel (52), Mel Sembel (42) dan Alvin Sembel (25), warga Desa Kopiwangker Kecamatan Langowan Barat Minahasa, Sulawesi Utara.

Saat itu ketiganya yang sedang mencari lubang persembunyian tikus, melihat ada seutas tali yang terikat di pohon yang sudah roboh. Ketika melihat lebih jelas kondisi lubang, ketiganya kaget bukan kepalang. Mereka melihat tulang belulang mirip kerangka manusia, baju dan sebuah tas ransel. Ketiganya kemudian melaporkan hal tersebut ke Kepolisian Sektor Langowan dan pihak pemerintah.

Baca juga: Akhir Pekan, Polisi Temukan Dua Jasad Manusia

Baca juga: Rentang Tiga Bulan Terjadi 25 Kasus Pembunuhan di Sulut

Polsek Langowan bersama Tim Unit Forensik Polres Minahasa baru bisa menuju ke lokasi penemuan kerangka tersebut, Selasa (20/2/2018) karena kondisi lokasi yang berada di Pegunungan Desa Kawatak, Kecamatan Langowan Selatan, Kabupaten Minahasa.

Kapolsek Langowan, Iptu Mardy Tumanduk kepada media menjelaskan, kerangka yang ditemukan diduga kuat bernama Ari Rundengan (65), warga Desa Winebetan Jaga 2, Kecamatan Langowan Selatan.

“Korban ditemukan nyaris tinggal menyisakan tulang belulang. Ada juga ditemukan kaos dan tas ransel korban,” jelasnya.

Lanjut Tumanduk, sesuai informasi dari keluarga, korban terakhir kali dilihat pada Sabtu (09/09/2017). Saat itu, korban pamit ke istrinya Magritje Winokan untuk bekerja. Korban yang bekerja sebagai tukang, membawa tas ransel yang berisi baju korban.

Ditambahkan dia, ketika ke luar rumah, korban menuju arah Desa Kaayuran Bawah. Namun hingga dua hari korban tak pulang ke rumah.

“Pihak keluarga yang khawatir kemudian mencari korban hingga ke Desa Raranon, namun tak ditemukan,” katanya.

Pihak keluarga kemudian melaporkan hilangnya korban ke aparat Pemerintah Desa Winebetan. Bersama masyarakat setempat, keluarga kembali mencari korban ke kebun dan sejumlah kerabat. Namun, korban tak kunjung ditemukan.

Baca juga: Balas Dendam Salah Sasaran, Teddy Emor Tewas Ditikam

Baca juga: Tukang Ojek Dibunuh Penumpang saat Tidur, Kenapa?

Pihak keluarga didampingi pemerintah setempat kemudian melaporkan hal tersebut ke Kepolisian Sektor Langowan. Pihak kepolisian dibantu tim SAR dan TNI serta masyarakat kemudian meluaskan wilayah pencarian tapi tetap tak menemukan keberadaan korban. Korban akhirnya ditemukan lima bulan berselang oleh para saksi secara tidak sengaja.

Kapolsek Langowan, Iptu Mardy Tumanduk menambahkan jenazah tersebut sudah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga setelah dilakukan pemeriksaan.

Penulis: Rizka Alvira

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed