oleh

KPK Geledah Universitas Sam Ratulangi Manado

Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) di Manado Sulawesi Utara kedatangan ‘tamu istimewa’, Selasa (13/02/18) pagi .

Sekitar pukul 09.00 Wita pagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tiba di gedung rektorat Unsrat. Kedatangan tamu dari lembaga anti rasuah tersebut sontak membuat kaget pegawai Unsrat yang berada di rektorat.

Baca juga: Delapan Nama Bersaing dalam Pilrek Unsrat 2018-2022

Baca juga: 56 Tahun Unsrat, Menuju PT Berkelas Dunia

Setelah diterima oleh petugas keamanan Rektorat, petugas KPK yang berjumlah 10 orang tersebut naik ke lantai atas gedung pusat administrasi Unsrat.

Terungkap, kedatangan penyidik KPK tersebut guna mencari bukti guna menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait TGL tahun 2015 silam.

Diketahui, dalam pemeriksaan keuangan oleh BPK ditemukan kelebihan bayar kepada 2.000 dosen Unsrat. Dalam temuan tersebut BPK melansir kerugian negara mencapai RP.10 miliar. BPK lalu mengeluarkan surat Tuntutan Ganti Rugi (TGR) kepada dosen Unsrat.

Selain memriksa data-data, pada pukul 10.00 Wita penyidik KPK juga memeriksa Rektor Unsrat, Ellen Kumaat selama 4 jam di ruang kerjanya.  Sekitar pukul 13.00 Wita Ellen Kumaat keluar dari Kantor pusat Unsrat.

Kepada sejumlah penggawa media yang sudah menunggu, Rektor Unsrat Ellen Kumaat menegaskan bahwa pihaknya senantiasa mendukung KPK dalam menyelidiki kasus TGR tahun 2015 lalu.

“Kita semua mendukung langkah yang diambil KPK. Bila terjadi kesalahan penggunaan anggaran kami persilakan KPK untuk menyeledikinya. Intinya kami mendukung penuh upaya KPK dalam memeriksa temuan BPK di Unsrat,” tegas Ellen.

Baca juga: Unsrat dan KPK Kerjasama Berantas Korupsi

Baca juga: Kolibu: Tidak Benar KPK Periksa Rektor Unsrat 

Sementara itu, Juru Bicara Unsrat Hesky Kolibu menambahkan, bahwa kedatangan KPK ke Unsrat adalah dalam rangka tindak lanjuti temuan BPK pada tahun 2015.

“Kami memang sudah menunggu kedatangan KPK. Ini terkait temuan BPK dan TGR yang Rp.10 miliar itu,” kata Kolibu.

Kolibu pun mengatakan bahwa penyidik KPK yang masuk dan memeriksa dokumen di rektorat berjumlah 4 orang. Mereka meminta data-data dan dokumen terkait TGR.

“Kalau tidak salah mereka ada 4 orang. Ada beberapa dokumen yang mereka minta dan berkas-berkas terkait temuan BPK,” ujarnya.

Lanjut Kolibu, walaupun kantor pusat Unsrat diperiksa oleh KPK namun sejumlah agenda kerja rektor dan agenda besar yang sementara dilaksanakan akan terus jalan tanpa halangan.

“Rencananya kamis lusa ada wisuda mahasiswa. Itu akan tetap digelar walaupun hari ini ada pemeriksanaan. Sama dengan proses pemilihan rektor tetap jalan, karena kedatangan KPK hanya soal kasus TGR Rp10 miliar,” katanya.

Baca juga: Sam Ratulangi, Doktor Pencetus Nama ‘Indonesia’

Dari pantauan Manadopedia.com, petugas dari KPK meninggalkan kantor rektorat Unsrat  sekitar pukul 16.00 Wita dengan membawa sejumlah map.

Penulis : Habel Sirenden

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed