oleh

Pembangunan Rumah Sakit Tipe A Kotamobagu Terhambat Perizinan

Pemerintah Kota Kotamobagu bakal membangun sebuah Rumah Sakit tipe A bertaraf internasional dan Universitas Bolaang Mongondow.

Hal ini bertujuan untuk mempermudah layanan kesehatan dan pendidikan kepada masyarakat. Lokasi pembangunan yang direncanakan terletak di Kelurahan Motoboi besar, Kecamatan kotamobagu Timur.

Sayangnya, pembangunan tersebut masih terhambat izin yang kini masih ditunggu dari Dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu.

Kepala bidang (Kabid) Perijinan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Rusdi Pudul kepada manadopedia.com membenarkan rencana tersebut. Namun dirinya belum bisa memastikan kapan izin tersebut keluar karena masih berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait.

“Memang benar akan dibangun, namun kami belum bisa mengeluarkan izin karena harus berkordinasi dengan Bapedda dulu. Namun yang kami dengar lokasi tersebut peruntukannya bukan untuk pembangunan rumah sakit dan universitas,” kata Rusdi.

Lanjutnya, jika memang RT/RW di Kelurahan Motoboi besar tidak termasuk dalam wilayah pembangunan, kemungkinan lokasi tesebut akan dikaji ulang.

Di sisi lain, Kepala Bidang (Kabid) Perekonomian Sumber Daya Alam Infrastruktur dan Wilayah Kotamobagu, Ahmad A Abasi menjelaskan bahwa memang benar wilayah Motoboi besar merupakan RT/RW peruntukan untuk lahan pertanian dan bukan untuk pembangunan.

“Sesuai dengan RT/RW Kotamobagu peruntukan lokasi tersebut adalah untuk lahan pertanian, jadi disitu tidak bisa dibangun bangunan seperti rumah sakit atau universitas,” jelasnya.

Lanjut Abasi, bila memang Kelurahan Motoboi Besar, Kecamatan kotamobagu Timur akan dibangun rumah sakit dan universitas maka terlebih dahulu harus menunggu revisi rancangan RT/RW Kotamobagu.

“Apabila nantinya ada revisi RT/RW dan lokasi itu bisa diperbolehkan untuk pembangunan, tentunya di lokasi tersebut bisa dilaksanakan pembangunan,” ungkapnya.

Sementara itu dengan adanya rencana pembangunan Rumah Sakit Tipe A bertaraf Internasional dan Universitas Bolaang Mongondow di Kotamobagu mendapat apresiasi serius dari masyarakat.

Rencana pembangunan ini sangat berdampak besar bagi masyarakat Kotamobagu. Sebagian dari mereka mengatakan jika memang benar ada pembangunan tersebut tentunya sangat membantu mereka.

“Ini akan berdampak besar bagi warga Kotamobagu, Jika ada keluarga yang sakit dan harus opname maka kami tidak lagi dirujuk ke Rumah Sakit di Manado. Apalagi tipe A yang artinya memiliki peralatan yang lengkap,” kata Andi, warga Kelurahan Motoboi besar.

Namun ada juga warga yang merasa was-was bila rencana tersebut benar-benar terjadi, karena mereka akan kehilangan lahan pertanian dan mereka juga takut akan dampak dari limbah rumah sakit.

Baca: Disentil Presiden, Olly Perintahkan Jajaran Permudah Perizinan

Diketahui, sebelumnya Gubernur Sulawei Utara, Olly Dondokambey mengaku sudah memerintahkan jajarannya terkait pernyataan Presiden Joko Widodo, di Istana Negara Jakarta, Selasa (23/1/2018).

Presiden Joko Widodo menyentil para kepala daerah yang kurang mendukung kebijakan pemerintah pusat soal perizinan para investor dalam rapat kerja pemerintah terkait percepatan pelaksanaan berusaha di daerah. Jokowi menegaskan hal tersebut di hadapan Gubernur 34 Provinsi di Indonesia dan sejumlah pejabat terkait.

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut  mempersoalkan regulasi di daerah yang dibebankan kepada para calon investor terlalu banyak dan lama.

Penulis : Antonyyus Inra

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed