oleh

Kadis Minut Tahan Akta Perkawinan, Alasannya Bikin Geram

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil) Kabupaten Minahasa Utara, Suzana Katuuk diduga sengaja menahan akta perkawinan warga.

Hal ini disampaikan warga Desa Kaima, Kecamatan Kauditan Minahasa Utara, Vernie Putong, Kamis (18/1) di Kantor Disdukcapil Minut.

Menurutnya, pernikahan anaknya sudah dilakukan sejak 21 November 2017, dan pengurusan aktanya pada tanggal 27 November 2017. Namun aktanya tak kunjung diterima pengantin baru tersebut.

“Dua bulan kami bolak-balik ke kantor Catatan Sipil untuk menanyakan akta ini, namun tak kunjung diberikan oknum kadis,” katanya.

Dia menjelaskan, sudah bertemu dengan oknum Kepala Dinas tersebut dan menanyakan perihal akta tersebut. Lanjut dia, waktu ditanyakan kata oknum tersebut, akta sudah ditandatangani dan sudah diberikan ke Kepala Bidang terkait.

“Ketika kami menanyakan kepada Kabid yang dimaksud, malah Kabid bilang aktanya belum diserahkan. Ini tidak mencerminkan pelayanan publik yang baik di Kabupaten Minahasa Utara. Semoga Bupati mengetahui kinerja buruk bawahannya,” katanya lagi.

Putong bahkan menduga alasan Kadis menahan akta pernikahan anaknya, karena saat pesta dirinya tak sempat memberikan uang bensin kepada Kadis yang turut hadir.

“Waktu pernikahan anak kami, Kadis yang langsung melakukan pencatatan pernikahan. Tapi saat itu karena sibuk, Kadis mungkin tidak terlayani dengan baik. Saya juga tak sempat memberikan uang bensin kepadanya, saya menduga hal ini menjadi penyebabnya,” kata Putong.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Disdukcapil Minut Suzana Katuuk menepis tuduhan tersebut.

Dia bahkan kembali mengatakan akta sudah selesai dan telah diberikan kepada Kepala Bidang.

“Kalau sudah lengkap pasti sudah selesai. Silakan ambil di loket, dan harus orang yang bersangkutan atau orang tua yang mengambilnya,” katanya.

Ketika hal tersebut coba dikroscek kepada Kepala Bidang yang dimaksud, Kabid Julius justru bersumpah jika akta tersebut belum berada di tangannya.

Hukum Tua (Kepala Desa) Desa Kaima, Meydi Kumaseh juga turut menyesalkan pelayanan yang diberikan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Minahasa Utara.

Menurutnya oknum Kadisdukcapil merusak reformasi birokrasi yang digaungkan Bupati Kabupaten Minahasa Utara, Vonny Panambunan.

Penulis: Efge Tangkudung

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed