oleh

Siapa Jack Lapian yang Laporkan Anies dan Dhani?

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Musisi Ahmad Dhani dilaporkan oleh Jack Boyd Lapian.

Dua orang ini dilaporkan Jack Lapian atas kasus yang hampir sama.

Anies dilaporkan atas pidatonya yang menyentil soal Pribumi, sedangkan Ahmad Dhani dilaporkan terkait cuitan berbau kebencian di akun media sosial.

Lalu siapa Jack Lapian?

Jack Boyd Lapian merupakan Putra Kawanua asal Sulawesi Sulawesi Utara.

Dia merupakan cucu dari tokoh pejuang asal Sulawesi Utara yang pada tahun 2015 mendapat gelar Pahlawan Nasional, Bernard Wilhelm Lapian.

Baca: Bernard Lapian, Si Kritis Pendobrak Tirani Kolonial

Pasca pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melakukan pidato politik perdananya.

Saat itu, pria keturunan Arab tersebut menyinggung kata ‘Pribumi’. Kejadian tersebut sempat mendapat respon negatif dari mayoritas masyarakat Indonesia.

Bahkan, Anies dituding memecah belah persatuan masyarakat Indonesia dengan mengkotak-kotakkan etnis dan suku.

Sepenggal kalimat yang digunakan Anies membuat Jack Lapian terusik.

Dia melaporkan mantan Menteri Pendidikan Nasional dalam Kabinet Jokowi I tersebut ke kepolisian.

Jack Boyd Lapian membuat Laporan Polisi Nomor: LP/1072/X/2017/Bareskrim.

Anies menurut Jack diduga melakukan tindak pidana diskriminatif ras dan etnis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 Huruf B ke-1 dan 2 dan Pasal 16 Undang-Undang Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Bukan hanya Anies, Jack Lapian juga melaporkan Ahmad Dhani terkait kicauan di akun twitternya.

Dhani diduga melanggar Pasal 28 Ayat (2) juncto Pasal 45 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.

Diketahui, Jack Lapian mengaku merupakan cucu dari pahlawan Bernard Wilhelm Lapian lewat akun media sosialnya, Sabtu (4/11/2017).

Jack saat itu menyertakan foto saat Presiden Joko Widodo memberikan penghargaan Pahlawan Nasional kepada kakeknya tahun 2015 lalu.

Bernard Wilhelm Lapian dilahirkan tanggal 30 Juni 1892 di Kawangkoan, Minahasa, Sulawesi Utara.

Bernard dikenal menjadi pejuang dalam berbagai bidang.

Bernard juga sering disebut sebagai pejuang tiga zaman, karena berjuang sejak muda di zaman pemerintahan Belanda, saat pendudukan Jepang hingga masa awal kemerdekaan.

Sejak muda, Bernard dikenal sebagai sosok yang kritis.

Pada 1950, Bernard ditunjuk menjadi Gubernur Provinsi Celebes kedua yang berkedudukan di Makassar.

Bernard menggantikan Sam Ratulangi yang wafat pada 30 Juni 1949, setelah ditawan Belanda sejak 1946.

Baca: Sam Ratulangi, Doktor Pencetus Nama ‘Indonesia’

Bernard menjadi Gubernur Provinsi Celebes periode 17 Agustus 1950 sampai 1 Juli 1951.

Bernard menutup usia di Jakarta 5 April 1977 ketika berusia 84 tahun.

Atas perjuangan dan jasanya, Bernard menerima Bintang Mahaputera Pratama pada tahun 1976, dan gelar Pahlawan Nasional pada tanggal 5 November 2015.

Bernard pernah menerima penghargaan dari Angkatan Laut (AL) dan Bintang Gerilya.

Nama B W Lapian juga diabadikan sebagai nama jalan di Kota Manado, Sulawesi Utara.

Penulis: Rizka Alvira

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed