oleh

Kejati Sulut Tetapkan Dokter JT Tersangka Korupsi

Kasus korupsi pembangunan Rumah Sakit Ratumbuysang kini memasuki babak baru ketika Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara menetapkan JT alias Juni mantan direktur Rumah Sakit Ratumbuysang sebagai tersangka.

Tidak hanya JT, Kejati juga mentapkan DL sebagai tersangka, dalam kasus ini DL bertindak sebagai direktur PT LB yang menjadi kontraktor dalam proyek pembangunan rumah sakit tersebut.

Kamis (9/11) kemarin, Keduanya menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka selama kurang lebih 7 jam oleh penyidik Kejati Sulut. Penyidikan ini dipimpin oleh Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Lukman Efendi.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulut, Mangihut Sinaga yang dikonfirmasi melalui Asisten Pidana Khusus (Aspidus) Muhammad Rawi, mengungkapkan berdasarkan hasil audit internal oleh pihak Kejati Sulut, kerugian proyek mencapai Rp2,3 miliar dari nilai proyek sebesar Rp18 miliar.

“Sesuai surat perintah Kajati Sulut, penyidik Kejati Sulut sudah melakukan penahanan terhadap JT dan DL sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan wewenang terkait pembangunan Rumah Sakit Ratumbuysang pada tahun anggaran 2015,” kata Muhammad.

Kini keduannya sudah berada di rumah tahanan Kelas IIA Malendeng, Penahanan ini diberlakukan karena penyidik sudah memiliki dua alat bukti sebagai syarat dilakukannya penahanan.

“Sudah memenuhi syarat penahanan yang tercantum dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Dan mungkin masih akan ada tersangka baru lagi bila dilaksanakan penyidikan lebih lanjut,” ungkapnya.

Kasus ini bermula ketika adanya laporan bahwa terdapat kekeliruan dalam proses pencairan dana pembangunan Rumah Sakit Ratumbuysang yaitu proses pencairan dana sudah 100 persen namun fisik pembangunan belum mencapai 50 persen.

Pembangunan bangunan lima tingkat ini belum juga bisa digunakan hingga saat ini karena belum selesai dikerjakan dan beberapa besi penyangga utama bangunan terlihat mulai berkarat. Diduga pembangunan ini tidak sesuai bestek karena sebanyak 24 anak tangga di dalam bangunan terlihat tipis dan miring.

Atas dugaan korupsi ini kedua Tersangka dijerat pasal 2 ayat 1 jo pasal 3 jo pasal 18 UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah oleh UU No. 20 tahun 2001.

Penulis : Fredrik Manuel

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed