oleh

Asal Nama Manado Tua, Pulau Penghias Cakrawala

Bagi warga Manado maupun orang-orang yang pernah berkunjung ke Manado, tentunya tak asing dengan panorama sebuah pulau yang menghiasi cakrawala Teluk Manado.

Pulau ini terlihat jelas dari sepanjang pesisir Teluk Manado, dikarenakan pulau ini berbentuk gunung yang menjulang dengan tinggi 860 Mdpl (Meter dari permukaan laut). Pulau berbentuk gunung yang terletak di Laut Sulawesi ini dikenal dengan nama Manado Tua.

“Kenapa disebut Manado Tua, apakah pulau tersebut lebih tua dari Kota Manado?” pertanyaan tersebut sering dijumpai terkait penamaan pulau tersebut.

Tidak banyak juga yang dapat menjelaskan secara gamblang kenapa dinamakan Manado Tua.

Literatur yang bisa dijadikan referensi atas penamaan tersebut tidak banyak dan kadang terdapat sedikit perbedaan satu dengan yang lain.

Menurut Prof. Geraldine Manoppo-Watupongoh, penamaan tersebut dimulai ketika wilayah Wenang berubah nama menjadi Manado.

Saat itu, nama Manado/Manarow lebih dulu disematkan untuk pulau tersebut. Dari referensi, nama Manarow (Pulau Manado Tua) memang pertama kali dicantumkan dalam peta dunia oleh Nicolas Desliens‚ pada 1541.

Menurut beberapa ahli sejarah, Pulau Manado Tua pernah menjadi pusat Kerajaan Bawontehu yang diperkirakan berdiri pada abad ke-13. Kerajaan yang menurut penuturan ahli sejarah banyak memberikan pengaruh akan nama dan budaya di wilayah Sulawesi Utara.

Baca: Sejarah Manado, Negeri Jauh yang Jadi Metropolis

Walau sangat sulit mendapatkan obyek peninggalan dari Kerajaan Bawontehu di pulau yang saat ini dihuni oleh kurang lebih 2580 jiwa. Namun beberapa makam yang dipercaya sebagai makan raja-raja yang pernah mendiami pulau Manado Tua.

Cerita turun temurun dari penduduk asli pulau Manado Tua, serta banyaknya tulisan sejarah dari beberapa kerajaan tetangga bisa dijadikan bukti bahwa pulau dengan luas 1.056,02 m2 dan garis pantai sepanjang 12.280 m ini, pernah terdapat salah satu kerajaan tua di Indonesia.

Pulau Manado Tua sendiri secara administratif masuk dalam wilayah Kota Manado, bagian dari Kecamatan Bunaken Kepulauan.

Dimana pulau ini terbagi atas 2 (dua) Kelurahan yaitu Kelurahan Manado Tua Satu dan Kelurahan Manado Tua Dua.

Wisatawan tentu tidak asing dengan nama Bunaken, sebuah obyek wisata taman bawah laut yang sudah tersohor di dunia, dimana pulau Manado Tua termasuk dalam kompleks wisata Taman Nasional Bunaken.

Tidak kalah dengan pulau-pulau tetangganya yaitu Pulau Bunaken dan Pulau Siladen, Pulau Manado Tua juga menawarkan pesona bawah lautnya yang menarik dan unik.

Baca: Siladen dan Lembeh, Destinasi Selam Terbaik Dunia

Pulau ini juga kaya akan biota laut, juga terdapat aktivitas gunung berapi berupa keluarnya gelembung-gelembung udara dari dasar laut serta karang lava yang dapat memanjakan aktifitas menyelam di kawasan ini.

Adapun wilayah daratannya dihiasi pesona alam yang tak kalah menariknya, dimana gunung dan puncaknya dihiasi oleh hutan yang memiliki populasi hewan seperti monyet, kuskus dan beberapa spesies burung.

Selain itu terdapat juga hamparan ladang yang diolah oleh penduduk sekitar dan bagian pesisirnya yang lebih banyak didiami masyarakat menyajikan suasana kampung nelayan.

Sebuah daerah yang patut dikunjungi saat kita ingin menikmati suasana yang tenang, jauh dari hiruk pikuk kota.

Transportasi untuk menuju pulau Manado Tua ini menggunakan kapal kecil dan membutuhkan waktu 1-2 jam dari Kota Manado. Adapun jarak dari pulau Bunaken hanya sekitar 4 km, jadi tak salah jika berkunjung ke Pulau Bunaken atau Pulau Siladen bisa sekalian singgah ke pulau Manado Tua.

Penulis: Fathur Ridho

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed