oleh

Pertambangan Liar di Bolmong Segera Ditutup

Semakin merajalelanya pertambangan liar alias Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) membuat Pemkab Bolmong akan mengambil langkah tegas.

Pemkab bakal segera menertibkan dan menutup praktik PETI yang ada di sejumlah wilayah. PETI yang tersebar di Kecamatan Lolayan diduga tidak memiliki ijin resmi.

Penambangan liar di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan sudah pernah diberikan peringatan untuk menghentikan aktivitas mereka karena selain tidak memiliki ijin penambangan juga sudah mencemari sungai.

Kepada media, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bolmong, Ir Moh Yudha Rantung menegaskan Pemkab Bolmong akan mengambil langkah tegas kepada setiap aktivitas PETI yang merusak lingkungan apalagi sudah mencemari aliran sungai.

“Tambang liar yang tidak memiliki ijin akan kami tutup. Kami sudah beberapa kali menyurat serta memperingati mereka namun tidak diindahkan, jadi kami akan segera menutup tambang liar  mulai dari Desa Bakan dan wilayah Tanoyan Potolo, karena aktivitas mereka sudah merusak lingkungan,” kata Rantung.

Pemerintah pusat memerintahkan untuk setiap tambang rakyat yang memiliki ijin tidak lagi memakai mercuri karena sangat berbahaya. Walaupun memiliki ijin namun jika ditemui mereka menggunakan mercuri maka ijin mereka akan dicabut.

“Per 30 Oktober 2017 semua pertambangan baik skala kecil dan besar tidak diperkenankan menggunakan mercuri, mungkin bisa diganti dengan sianida. Namun itu hanya diperbolehkan bagi tambang yang memiliki ijin. Yang tidak memiliki ijin akan kami tutup,” tegasnya.

Diketahui beberapa aktivitas PETI diwilayah bolmong, meliputi blok Bakan dikelola diduga tak memiliki izin. Lokasi lain seperti Potolo yang berada di Desa Tanoyan Kecamatan Lolayan juga diduga kuat menggunakan mercuri.

Kapolri bersama Kementerian Lingkungan Hidup sudah duduk bersama membahas masalah ini dan penggunaan mercuri sudah dilarang dan itu adalah perintah dari presiden.

Penutupan PETI di wilayah Bolmong ini memang akan memberikan dampak sosial tapi dengan aturan yang berlaku Pemkab Bolmong harus melaksanakannya.

“Dampaknya pasti ada di pekerjaan masyarakat, tapi kan sudah tahu tidak boleh tapi dilakukan masyarakat, area pertanian di bolmong luas, ini hanya ceritanya mencari uang cepat dan banyak, jadi aturan pun dilanggarnya,” katanya.

Diketahui aktivitas PETI di wilayah Bolmong sudah dilaksanakan sejak lama, namun masih saja banyak PETI yang belum memiliki ijin serta menggunakan mercuri dan itu dikuasai oleh sebagian orang dan diduga dibackup oknum-oknum tidak bertanggung jawab.

Penulis : Antonnyus Inra 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 comment

News Feed