oleh

Tinutuan, Bubur Kaya Gizi Favorit Orang Diet

Bubur Manado atau yang lebih dikenal dengan nama Tinutuan, merupakan makanan khas Kota Manado.

Tinu sebutan singkat untuk tinutuan, biasa disajikan untuk sarapan pada pagi hari hingga menjelang siang hari. Namun bagi sebagian orang, mengkonsumsi bubur Manado sore atau malam hari bukan sebuah keanehan.

Tinutuan bahkan menjadi menu favorit mereka yang sedang melakukan program diet. Wajar saja, tinutuan memiliki kandungan serat tinggi, namun berkarbohidrat rendah, sesuatu yang dibutuhkan mereka yang ingin menurunkan atau melangsingkan badan.

Baca: Klappertaart, Kue Kelapa Manado yang Mendunia

Tinutuan adalah campuran berbagai macam sayuran, tidak mengandung daging, sehingga makanan ini bisa menjadi makanan pergaulan antarkelompok masyarakat di Manado. Tinutuan sering disajikan dengan perkedel nike, perkedel jagung dan tahu yang digoreng atau direbus.




Yang menjadi khas, adalah penggunaan dabu-dabu (sambal) ekstra pedas yang membuat memakan tinutuan punya kenikmatan tersendiri. Citarasa sambal itu bervariasi sesuai selera seperti dabu-dabu roa, dabu-dabu terasi atau dabu-dabu bakasang (fermentasi ikan cakalang).

Tinutuan juga bisa disajikan dicampur dengan mie basah atau dengan sup kacang merah yang disebut brenebon.

Sejarah terciptanya resep tinutuan ini, konon ketika keadaan ekonomi masyarakat terpuruk. Saat itu, situasi gagal panen (padi) dan sulit mencari ikan. Daging sapi atau babi tergolong sesuatu yang mahal.

Masyarakat mencoba berhemat dengan mengkonsumsi sedikit beras dicampur dengan sayuran yang ditanam di pekarangan rumah.

Pencipta resep tinutuan pertama kali pun sulit diketahui. Dari sebuah anekdot, tinutuan diciptakan bersama oleh Tante Tin, Om Utu dan Tante An, kemudian menggabungkan namanya menjadi nama makanan itu.

Benar dan tidaknya sejarah terciptanya bubur manado, satu hal yang bisa dipastikan, ternyata membuat makanan bergizi tak harus rumit dan mahal.

Pada tahun 2005, tinutuan naik pamor setelah Pemerintah Kota Manado gencar mempromosikan makanan sehat ini, dengan menjadikan Jl. Wakeke, Wenang Utara, Kota Manado, menjadi kawasan wisata kuliner dengan menu khasnya berupa tinutuan.

Kini Tinutuan menjadi ikon Kota Manado sekaligus menjadi menjadi lambang perwujudan Kota Manado yang majemuk. Tak heran, Manado sering disebut Kota Tinutuan karena menjadi kosmpolitan campuran berbagai etnis suku, agama dan ras.

Tinutuan, dengan berbagai jenis sayur dan bahan lainnya dengan campuran bumbu pas telah menjadi masakan legenda yang sederhana nan menyehatkan.

Baca: Bagea Kenari, Kue Manado yang Dicari Jokowi

Sama halnya dengan Kota Manado juga Sulawesi Utara pada umumnya, yang diisi multi etnis dan agama namun dengan pengaturan dan penataan yang baik bisa menjadi sebuah daerah yang maju, rukun dan damai.




Resep Tinutuan:

Bahan :

Bahan Bubur :

1 mangkuk kecil beras

1/2 bh labu kuning dikupas dan potong2

3 bh jagung muda di serut

2 bh singkong atau ubi dikupas potong2 kecil

Serei digeprek

1 ikat sayur kangkung

1 ikat bayam hijau

1 ikat sayur yondok/ mustajab (gedi, Manado)

Daun kemangi

Garam, penyedap rasa

2 bh bawang putih dihaluskan

Pelengkap :

Sambal  roa, terasi atau bakasang.

Cara Membuat :

Masak beras bersama air, garam, daun bawang, sereh, daun kunyit hingga setengah matang.

Masukkan ubi, labu kuning, dan jagung, aduk rata. Masak kembali hingga lunak.

Tambahkan sayuran sesuai selera, sambil aduk perlahan hingga matang dan kental. Angkat dan siap disajikan dengan sambal.

Penulis: Fathur Ridho




Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed