oleh

Rentang Tiga Bulan Terjadi 25 Kasus Pembunuhan di Sulut

Citra Sulawesi Utara sebagai daerah teraman di Indonesia kini patut dipertimbangkan. Dalam kenyataannya, kasus pembunuhan justru kini meningkat tajam. Dari data yang ada, hanya dalam rentang tiga bulan, sejak bulan Juni hingga Agustus telah terjadi sebanyak 25 kasus pembunuhan.

Hal ini dikatakan Wakapolda Sulut Brigjen Pol Johanis Asadoma Mhum didampingi Dirnarkoba Polda Sulut Kombes Pol RY Wihastono Yoga Pranoto SIK kepada media, Selasa (15/8/2017) di markas Kepolisan Daerah Sulawesi Utara.

Asadoma menyebutkan, sejumlah kasus tersebut disebabkan oleh minuman keras. Bahkan hingga pertengahan bulan Agustus sudah terdapat 130 kasus yang menjerat 160 orang tersangka yang berkaitan Miras.

“Itu merupakan jumlah yang banyak, untuk itu Polda Sulut akan terus berupaya untuk mencegah penyebaran narkoba, termasuk sosialisasi kesemua elemen masyarakat agar dapat menekan angka peredaran narkoba, obat-obatan dan miras, bahkan kita berupaya untuk menghilangkan barang haram tersebut dari bumi nyiur,” tegas Asadoma.

Lanjut Asadoma, bila dilihat dari kasus kekerasan yang terjadi di Sulawesi Utara pada beberapa bulan terakhir bahwa angka tertinggi kejahatan diakibatkan karena komsumsi minuman keras dan banyak yang berujung pada perkelahian baik secara perorangan maupun kempok yang akhirnya menjurus ke kasus pembunuhan.

Pada hari dan tempat yang sama, Kepolisian Daerah Sulawesi Utara lewat Direktorat Reserse Narkoba memusnahkan ribuan barang bukti narkotika, obat-obatan dan minuman keras (miras) jenis cap tikus di halaman belakang Kantor Dit Reserse Narkoba Polda Sulut.

Wakapolda Sulut Brigjen Pol Johanis Asadoma Mhum kepada media menjelaskan bahwa pemusnahan barang bukti tersebut dilakukan berdasarkan UU nomor 2 tentang Kepolisian, UU nomor 35 tentang narkotika dan UU nomor 6 tentang kesehatan, serta telegram Kapolri nomor ST/238/Ditnarkoba/VIII/2017/bareskrim tertanggal 10 Agustus 2017 tentang pemusnahan barang bukti secara serentak di seluruh Indonesia.

Menurut data yang dirangkum manadopedia.com dari lokasi pemusnahan Barang bukti terdapat Ganja 0,25 gram, Sabu 5,2 gram dan jenis obat-obatan berupa Tramadol 100 butir, Somadril 7.010 butir, Trihexenidyl 36 butir, Seledryl 2.429 butir dan miras sebanyak 1.765 liter.

Asadoma mengajak semua elemen masyakarat untuk membantu pihak kepolisian dalam memberantas narkoba apalagi kini sudah merambah pada anak remaja dan pemuda. “Dalam melawan kejahatan narkoba kami butuh dukungan dari semua pihak baik pemerintah dan masyarakat agar dapat menekan angka penggunaan narkoba dan miras terutama kalangan muda-mudi,” ujar Asadoma kepada manadopedia.com.

Penulis : Habel Sirenden

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed